Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abrasi Pesisir Diatasi dengan Eskavator Amfibi

📅 Senin, 02 Sep 2024, 03:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Abrasi Pesisir Diatasi dengan Eskavator Amfibi Doc: ANTARA/HO-Pemkab Karawang
Ket. Bupati Karawang saat meninjau penggunaan alat berat ekskavator amfibi di pesisir pantai Ciparage.

BEKASI - Alat berat ekskavator amfibi diturunkan untuk mengatasi masalah abrasi yang terjadi di wilayah pesisir pantai Ciparage, Kecamatan Tempuran, Karawang. "Ada langkah jangka panjang dan pendek dalam penanganan abrasi pantai," kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menurunkan, pekan lalu.

Dia menuturkan, untuk jangka pendek dia menurunkan ekskavator amfibi. Alat ini untuk mengeruk, membersihkan, dan membuat sistem untuk pengendalian saluran air. Bupati memastikan penggunaan alat berat canggih itu bisa juga digunakan untuk menanggulangi abrasi daerah pesisir Karawang lainnya.

Sebab dari data, bukan hanya di pesisir pantai Ciparage yang mengalami abrasi. Ekskavator amfibi adalah alat berat serba guna. Dia bisa digunakan di berbagai medan. Misalnya, mulai dari rawa, sungai, daratan dangkal, hingga medan basah lainnya. Alat berat ini juga bisa beroperasi di atas air.

Bupati mendengar keluh kesah masyarakat pesisir pantai Ciparage. Dari pengakuan warga, bertahun-tahun mereka dipenuhi rasa gelisah karena harus berjuang melawan ombak yang terus menggerus garis pantai.

Catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat, Karawang memiliki wilayah pesisir yang panjang. Bibir pantainya mencapai 84 kilometer. Garis pantai ini terbentang di wilayah Karawang, berbatasan dengan pesisir pantai utara Bekasi dan Subang.

Pada tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang melaporkan bahwa abrasi yang terjadi di pesisir utara Karawang mencapai 34 kilometer. Ini tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, titik abrasi terparah berlokasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.

Atas kondisi itu, Pemkab Karawang melakukan upaya jangka panjang dengan merelokasi agar warga pesisir pantai utara itu tidak selalu dihantui ancaman abrasi. Upaya itu dilakukan atas adanya bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sebanyak 375 unit rumah layak huni dibangun Pemkab Karawang bersama pemerintah pusat sejak tahun 2020.

Rumah-rumah layak huni itu dibangun di lahan sekitar 3 hektare di daerah sekitar Kecamatan Cibuaya. Bupati menyebutkan bahwa rumah layak huni diserahkan kepada warga terdampak abrasi secara bertahap. Pada tahun 2024-2025, pembangunan rumah layak huni untuk korban abrasi ditargetkan sebanyak 104 unit. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.