Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jakarta Perlu Beri Penyuluhan Soal Mpox

📅 Rabu, 28 Agu 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jakarta Perlu Beri Penyuluhan Soal Mpox Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Ilustrasi petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet (Mpox) kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten.

JAKARTA - Salah satu langkah mengendalikan Mpox (monkeypox atau cacar monyet) di Jakarta atau seluruh negeri perlu diadakan penyuluhan masyarakat. "Penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara mencegah penularan," kata Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Tjandra Yoga Aditama, Selasa.

Menurutnya, penyuluhan kesehatan yang luas ke masyarakat dapat menjadi solusi mengatasi Mpox. Penularan Mpox terjadi akibat kontak jarak dekat dengan sekresi saluran pernapasan, darah, cairan tubuh, dan lesi kulit atau mukosa yang mengandung virus pasien Mpox.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak erat dalam waktu lebih dari empat jam dengan orang yang terinfeksi Mpox. Ini terlebih yang terpapar droplet maupun berhubungan seksual.

Seseorang juga dapat terkena Mpox apabila menggunakan atau menyentuh pakaian, seprai, selimut, maupun permukaan yang sebelumnya digunakan maupun telah terkontaminasi cairan tubuh atau cairan dari kulit yang melepuh dari penderita Mpox. Tjandra menuturkan, masalah Mpox di dunia terus merebak ke berbagai Negara.

Selain di benua Afrika juga ke Swedia dan Thailand. Maka, Tjandra menyarankan sejumlah langkah guna mengantisipasi Mpox. Selain penyuluhan kesehatan, perlu juga surveilans agar semua suspek kasus di pelosok negeri dapat dideteksi dan ditemukan dengan baik.

Lalu, apabila sudah dideteksi, harus tersedia alat tes diagnosis yang akurat baik dalam bentuk PCR maupun pemeriksaan biomolekuler. Selanjutnya, apabila ditemukan kasus harus ditelusuri kontak seperti kegiatan sewaktu pandemi Covid-19.

Kemudian, mereka yang sakit terutama yang terkena varian clade IB harus disediakan fasilitas pengobatan. Perlu tenaga kesehatan terlatih, ruang isolasi dan sarana prasarananya. kemudian, obat yang tepat seperti tecovirimat (TPOXX, ST-246) dan penetapan masa isolasi untuk suspek.

Langkah lainnya vaksinasi setidaknya dalam dua jenis. Pertama, post exposure prevention vaccine (PEPV). Ini diberikan kepada mereka yang diduga tertular atau kontak erat. Kedua, jenis primary prevention vaccine PPV) yang diberikan kepada kelompok risiko tinggi.

Menurut Tjandra, diperlukan pula pengetatan di pintu masuk negara. Ini harus diimbangi dengan penguatan sistem kesehatan dalam negeri. Sebab karantina tidak akan dapat menjamin sepenuhnya ada tidaknya kasus yang masuk. Apalagi kalau pendatangnya belum bergejala. Untuk Mpox sendiri di Jakarta sudah mencapai 59 kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.