Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabupaten Penajam Susun Aturan Tingkatkan Kualitas Pertanian

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 17:04 WIB | Oleh:
Kabupaten Penajam Susun Aturan Tingkatkan Kualitas Pertanian Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sedang memanen tanaman padi.

PENAJAM PASER UTARA - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, tengah menyusun peraturan menyangkut penggunaan pupuk organik sebagai upaya meningkatkan kualitas produk pertanian di daerah yang dikenal dengan Benuo Takaitu.

Pemerintah kabupaten sedang menyusun dokumen rancangan peraturan daerah mengenai penggunaan pupuk organik, jelas Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Arief Murdiyatno, di Penajam, Rabu.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik di kalangan petani.

"Penggunaan pupuk organik yang bisa berpengaruh pada keasaman tanah untuk tingkatkan kualitas produk pertanian," tambahnya.

Rancangan peraturan daerah (raperda) penggunaan pupuk organik sedang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, lanjut dia, dan secara bahan baku pupuk organik cukup memadai.

Kendala pertanian di Kalimantan, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara tergolong tinggi karena dipengaruhi faktor geografis, curah hujan dan unsur hara (pH) tanah rendah.

Sehingga menurut dia, kualitas produk pertanian terutama beras yang dihasilkan kalah bersaing dengan beras dari luar daerah.

Menghadapi kondisi alam tersebut harus diperlukan rekayasa, inovasi dan teknologi tepat guna, salah satunya penggunaan pupuk organik yang mampu memperbaiki unsur hara tanah.

Setiap tahun produksi beras di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 32.000 ton, dengan luas lahan persawahan produktif 7.900 hektare dan petani dan rata-rata petani menghasilkan gabah kering giling antara 3,5 ton hingga empat ton per hektare dalam satu kali panen.

"Petani dalam satu tahun lakukan panen dua kali, tapi kualitas beras kalah bersaing dengan beras dari Sulawesi dan Jawa," ujarnya.

Kualitas beras yang dihasilkan petani di Kabupaten Penajam Paser Utara belum mampu mengimbangi kualitas beras dari luar daerah disebabkan kadar keasaman (unsur hara/pH) tanah rendah kisaran tiga sampai empat.

Petani didorong mengutamakan penggunaan pupuk organik dibandingkan pupuk kimia, apabila unsur hara tanah dalam posisi normal mampu meningkatkan hasil panen dan kualitas juga bakal meningkatkan kepada beras premium, demikian Arief Murdiyatno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.