Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Pelarangan Mendaki Gunung Dukono Harus Ditaati Demi Keselamatan

24 Rabu, 21 Agu 2024, 16:05 WIB | Oleh:
BNPB: Pelarangan Mendaki Gunung Dukono Harus Ditaati Demi Keselamatan BNPB: Pelarangan Mendaki Gunung Dukono Harus Ditaati Demi Keselamatan Doc: ANTARA/HO
Ket. Tangkapan layar - Video kamera pengawas yang merekam sejumlah pendaki berada di bibir kawah Gunung Dukono, di Maluku Utara yang sedang meluapkan asap vulkanik, Sabtu (17/8)

Jambi -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan larangan mendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara harus ditaati semua pihak demi keselamatan bersama.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jambi, Selasa, mengatakan bahwa larangan itu dilakukan karena kondisi Gunung Dukono masih berstatus level II atau waspada, dan sampai saat ini masih terus mengalami erupsi memuntahkan awan panas.

"Atas kondisi tersebut diwajibkan untuk semua pihak mematuhi rekomendasi, khususnya zona bahaya yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM," kata dia.

Dia menjelaskan PVMBG merekomendasikan pelarangan aktivitas pendakian mendekati kawah Gunung Duono sisi Malupang - Walirang dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Pelarangan ini kembali diumumkan kepada publik setelah PVMBG mengidentifikasi adanya aktivitas pendakian oleh sekelompok orang di kawasan berbahaya kawasan Gunung Dukono, Sabtu (17/8).

Berdasarkan laporan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono menyebutkan para pendaki itu terpantau kamera pengawas nekad melakukan pendakian tanpa izin meski sudah diumumkan pelarangan atas kondisi Gunung Duono yang masih berstatus waspada.

Beruntung saat itu para pendaki itu sempat menyelamatkan diri karena ketika sampai di bibir kawah mereka disambut dengan hembusan abu vulkanik Gunung Duono.

Oleh karena itu, Abdul menilai pihaknya memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan larangan tersebut supaya sikap nekad para pendaki gunung tidak terulang lagi, risiko terbesarnya adalah luka bakar berat bahkan hingga merenggut nyawa.

Adapun hasil perekaman aktivitas di PGA melaporkan pada periode 1 - 15 Agustus 2024, terjadi 2.387 kali gempa letusan. Kondisi tersebut mengindikasikan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi.

Pantauan pada Senin (19/8) pukul 00.00 - 24.00 WIT, gunung api dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut itu terlihat mengeluarkan asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal berketinggian sekitar 100 - 500 meter dari puncak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.