Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Gizi Nasional Harus Akomodir Pangan Lokal

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 09:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Badan Gizi Nasional Harus Akomodir Pangan Lokal Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Badan Gizi Nasional diharapkan dapat mengakomodir pangan lokal dalam segala kebijakannya, termasuk untuk program makanan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Terlebih lagi, pangan lokal mengandung protein hewani yang bisa mengatasi masalah stunting pada anak.

"Komitmen diversifikasi pangan mesti disampaikan terbuka ke publik oleh badan gizi," tegas Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, Senin (19/8), ketika diminta tanggapannya terkait pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Awan berharap Dadan mengungkapkan target terukurnya, hasil kajian tentang uji coba program makan bergizi gratis, serta perkiraan dampaknya terkait penanggulangan kemiskinan.

Semestinya, kata dia, pemanfaatan pangan lokal juga membantu mengurangi tingkat kemiskinan. Sebab, banyak pihak terlibat di sana, termasuk masyarakat lokal sebagai penyuplainya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemenuhan gizi nasional sebagai perwujudan hak asasi manusia sebagaimana dijamin dalam UUD 1945.

Pertimbangan pembentukan Badan Gizi Nasional dalam rangka memenuhi gizi nasional di mana pemerintah perlu melakukan upaya untuk mengatur tata kelola tercukupinya konsumsi yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Badan Gizi Nasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, serta bertugas memenuhi gizi nasional.

Pada Senin (19/8), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 94B Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Dadan mengatakan Badan Gizi Nasional dibentuk untuk melaksanakan program prioritas makan bergizi gratis Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto.

Program tersebut ditargetkan untuk mulai bergulir pada 2 Februari 2025, usai pihaknya memperoleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada Desember 2024.

Mengenai skema penyaluran program, Dadan menyatakan arahan dari Presiden Jokowi dan Prabowo akan menentukan hal tersebut.

Adapun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, alokasi dana untuk program makan bergizi gratis adalah sekitar 71 triliun rupiah atau 0,29 persen terhadap PDB, yang termasuk biaya makanan, distribusi (safe guarding), dan operasional lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis.

Program ini ditargetkan dapat memberikan efek ekonomi berganda. Selain perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM), MBG diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar 0,10 persen dan penyerapan 0,82 juta pekerja melalui pemberdayaan UMKM.

Bahas Anggaran

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan akan menemui Dadan Hindayana guna membahas rincian anggaran badan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.