Jepang Gagalkan Upaya Pelarian Kapal Poelau Bras
📅 Selasa, 20 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPoelau Bras meninggalkan Teluk Wijnkoops di kegelapan malam tanggal 6 Maret dan menuju perairan terbuka secepat mungkin meninggalkan Jawa di belakangnya dengan harapan bisa keluar dari jangkauan pesawat Jepang dan masuk ke perairan yang aman dalam waktu sesingkat mungkin.
Serangan Udara
Keesokan harinya sekitar jam 9 pagi, sirene peringatan kapal berbunyi. Rupanya ada sebuah pesawat pengintai Jepang bermesin ganda mengitari kapal mereka di ketinggian.Pesawat itu mempersempit lingkaran terbangnya dan menukik tiga kali, lalu menghilang secepat pesawat itu tiba.
Namun menjelang pukul 11.00, sirene peringatan kapal kembali berbunyi dan terlihat sekitar selusin pesawat pengebom tampak di cakrawala. Mereka terbang dalam barisan pertempuran untuk menyerang kapal dengan menukik. Bom udara pertama meleset dan meledak tepat di samping kapal. Setelah gagal menjatuhkan bom pada sasaran, pesawat-pesawat itu menembakkan senapan mesin ke geladak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam dalam sekejap geladaknya dipenuhi orang yang tewas. Jacob menyaksikan pria dan perempuan sekarat di sekelilingnya. Dia menyeret orang-orang yang terluka dan mencoba mengajak penumpang lainnya untuk mencari.
Kapal Poelau Bras diperkirakan mengalami setidaknya lima belas serangan udara hingga serangan bom terakhir menghantam bagian tengah kapal hingga menghancurkan seluruh ruang mesin dan kapal pun tak bergerak dan terbakar.
Setelah kapal Poelau Bras benar-benar hancur dan tenggelam, Cornelis melompat ke laut dan berusaha sekuat tenaga untuk berenang menjauh dari kapal yang tenggelam. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!