Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim Mahasiswa UGM olah limbah kotoran sapi jadi batako

📅 Senin, 19 Agu 2024, 23:55 WIB | Oleh:
Tim Mahasiswa UGM olah limbah kotoran sapi jadi batako Doc: ANTARA/HO-Humas UGM
Ket. Tim mahasiswa UGM berinovasi mengolah limbah kotoran sapi menjadi batako.

Yogyakarta - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi mengolah limbah kotoran sapi menjadi batako sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Anggota Tim Mahasiswa UGM Dinda Ramadhan dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin, mengatakan pengolahan limbah itu menggandeng karang taruna di Padukuhan Kulwaru, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Program ini berhasil menarik atensi masyarakat dan menerima respons positif sebagai salah satu inovasi," ujar Dinda.

Dinda menjelaskan, masyarakat Padukuhan Kulwaru kerap kali mengalami kendala dalam mengolah limbah kotoran sapi meski daerah tersebut merupakan salah satu desa dengan pemanfaatan ekonomi pertanian dan peternakan yang tinggi.

"Limbah kotoran sapi yang dihasilkan setiap hari belum diproses dengan baik, sehingga menyulitkan warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri," kata dia.

Menurut dia, seekor sapi rata-rata bisa menghasilkan 8-10 kilogram kotoran per hari, atau setara dengan 2,6-3,6 ton per tahun.

Dengan demikian, kawasan peternakan itu bisa menghasilkan lebih dari 100 kilogram limbah per hari.

Karena itu, dia menyebut inovasi batako dari kotoran sapi yang diberi nama "Batako Bawono" itu hadir sebagai alternatif baru pengolahan limbah tersebut.

"Untuk produksi Batako Bawono dapat menyerap sebanyak 61,8 persen kotoran dari total limbah yang dihasilkan setiap hari," kata dia.

Melihat respons positif dari masyarakat, Dinda dan tim berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat lanjutan dalam program Batako Bawono ini.

Nantinya, kata dia, Karang Taruna Karya Muda Wetan yang mengikuti program secara aktif akan dibina untuk membangun usaha dan bisnis batako bawono.

Selain itu, rencananya karang taruna itu juga menjadi pusat pembelajaran pembuatan batako berbahan dasar limbah kotoran sapi yang ada di Yogyakarta.

Dinda menuturkan mayoritas masyarakat di Padukuhan Kulwaru sebanyak 80 persen berprofesi sebagai petani dan peternak.

Menurut dia, terdapat berbagai jenis ternak yang dikembangkan di desa tersebut, seperti sapi, kambing, ayam, lele, nila, hingga gurame.

Masyarakat setempat juga sudah mengenal tentang pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik.

"Sayangnya, solusi tersebut belum cukup untuk mengolah seluruh limbah kotoran sapi yang dihasilkan," kata dia.

Inovasi itu diinisiasi oleh kolaborasi mahasiswa dari tiga program studi di UGM, yakni Teknologi Veteriner, Ilmu dan Industri Peternakan, dan Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil.

Inovasi dan pemberdayaan masyarakat dalam program Batako Bawonoini telah mendapat rekognisi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian pada Masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.