Pemberdayaan Kelompok Pengelola Sistem 3R Perkuat Circular Economy
📅 Rabu, 14 Agu 2024, 13:52 WIB | Oleh: Tim PenulisJuga persoalan yang sangat kompleks dan rumit, maka perlu adanya intervensi pemerintah. Karena pada umumnya mereka hidup dalam kubangan lingkungan tercemar, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Mereka suaranya tak terdengar dan jauh dari para pengambil kebijakan di ibukota. Mereka bagian dari korban buruk pembangunan.
Bayangkan pemulung, pelapak kecil hidup di gubuk-gubuk kumuh, bacin, sanitasi sangat buruk! Pemukimannya sangat tidak layak. Mereka menunggu kebaikan "dewa penolong" datang memberikan sesuatu yang berguna untuk melanjutkan hidupnya.
Namun, "dewa penolong" itu lama, lama sekali ditunggu, tidak datang, hidup mereka menuju sekarat dan sebentar lagi ajal menghampiri liang lahat. Tak disangka-sangka yang datang malah lintah darat, sang rentenir pemuja rente, penghisap darah dan penjerat leher mereka. Kemiskinan dan keterhimpitan seringkali menghancurkan akidah, moralitas dan integritas manusia.
Intervensi pemerintah yang diminta mereka, di antaranya:
Sebaiknya Anda baca juga:
- Melakukan advokasi/ pendampingan berkelanjutan.
- Memberikan fasilitasi dan dukungan permodalan, teknologi, pasar dan informasi daur ulang secara cepat.
- Memberi insentif.
- Memberi disinsentif/sanksi hukum bagi pencemar.
- Menjaga stabilitas harga sampah pungutan domestik.
- Mengurangi dan menyetop impor sampah dan bahan baku biji plastik.
- Memberlakukan kebijakan dan peraturan tentang Extended Producer Responsibility (EPR).
Pemerintah harus responsif dan bergerak cepat menolong pelaku circular economy aras rantai bawah pemasok bahan baku industri daur ulang. Jangan biarkan mereka merana dan mati membawa kebangkrutan, kemiskinan dan hutang.*
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!