Spesies Baru Buaya Laut Purba Ditemukan di Jerman

Senin, 12 Agu 2024, 12:21 WIB

BERLIN - Para peneliti baru-baru ini mengungkapkan temuan Crocodylomorph,
Spesies baru dari buaya purba yang hidup di laut dangkal Jerman selama zaman Cretaceous Awal, antara 140 dan 132 juta tahun yang lalu.

Dijuluki Enalioetes schroederi, reptil purba itu termasuk dalam famili Metriorhynchidae, dan temuan imi dilaporkan dalam sebuah makalah di Journal of Systematic Palaeontology.

Ket. Foto: Ahli paleontologi telah mendeskripsikan genus dan spesies baru metriorhynchid crocodylomorph dari Formasi Stadthagen di barat laut Jerman. — Sumber: Istimewa

"Metriorhynchids memiliki kulit halus tanpa sisik, sirip, dan sirip ekor," jelas Sven Sachs dari Naturkunde-Museum Bielefeld dan rekan-rekannya.

"Mereka memangsa berbagai jenis mangsa, termasuk hewan yang bergerak cepat seperti cumi-cumi dan ikan, tetapi beberapa spesies metriorhynchid memiliki gigi besar dan bergerigi yang menunjukkan bahwa mereka memangsa reptil laut lainnya."

"Mereka paling dikenal pada periode Jurassic, sedangkan fosilnya semakin langka pada periode Cretaceous."

Dilansir oleh Sci News, tengkorak Enalioetes schroederi yang terpelihara dengan sempurna ditemukan lebih dari seratus tahun yang lalu oleh arsitek Jerma, Hapke di sebuah tambang di Sachsenhagen dekat Hannover.

Spesimen ini merupakan crocodylomorph metriorhynchid yang paling terawetkan yang diketahui dari periode Cretaceous.

"Spesimen ini luar biasa karena merupakan salah satu dari sedikit metriorhynchid yang diketahui memiliki tengkorak yang terawetkan secara tiga dimensi," kata Sachs.

"Hal ini memungkinkan kami untuk melakukan pemindaian CT pada spesimen tersebut dan dengan demikian kami dapat mempelajari banyak hal tentang anatomi internal buaya laut ini."

"Pelestarian yang luar biasa ini memungkinkan kami merekonstruksi rongga internal dan bahkan telinga bagian dalam hewan tersebut."

Enalioetes schroederi memberi ahli paleontologi wawasan baru tentang bagaimana metriorhynchid berevolusi selama Zaman Kapur.

"Selama periode Jurassic, metriorhynchids mengembangkan bentuk tubuh yang sangat berbeda dari buaya lainnya, sirip, sirip ekor, hilangnya lapisan tulang, dan kulit halus tanpa sisik," kata Mark Young, seorang paleontologis di Universitas Edinburgh.

"Perubahan ini merupakan adaptasi terhadap gaya hidup maritim yang semakin meningkat."

" Enalioetes schroederi menunjukkan kepada kita bahwa tren ini berlanjut hingga Zaman Kapur, karena mata Enalioetes schroederi bahkan lebih besar daripada metriorhynchid lainnya - yang sudah besar menurut standar buaya - dan telinga bagian dalam yang bertulang bahkan lebih padat daripada metriorhynchid lainnya, sebuah tanda bahwa Enalioetes schroederi mungkin merupakan perenang yang lebih cepat."

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.