- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO Menyerukan Pertemuan D...
WHO Menyerukan Pertemuan Darurat untuk Membahas Penyebaran Mpox
Kamis, 08 Agu 2024, 20:43 WIBJENEWA - Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organisation (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada hari Rabu (7/8), menyerukan pertemuan darurat bgai para ahli internasional di tengah meningkatnya kekhawatiran atas virus mpox.
"Komite darurat WHO akan bertemu sesegera mungkin untuk memberinya nasihat tentang apakah wabah ini merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," ujar Tedros, yang menekankan mpox telah menyebar ke luar Republik Demokratik Kongo.
Dikutip dari The Straits Times, keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional merupakan peringatan tertinggi yang dapat dibunyikan WHO dan memungkinkan Tedros untuk memicu tanggapan darurat berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional.
Sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia oleh hewan yang terinfeksi yang juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat.
Penyakit ini pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, menyebabkan demam, nyeri otot dan lesi kulit besar seperti bisul.
Pada bulan Mei 2022, infeksi mpox melonjak di seluruh dunia, sebagian besar memengaruhi pria gay dan biseksual, karena subklade (subkelompok taksonomi yang dengan satu leluhur yang sama) Clade IIb.
Wabah ini menyebabkan WHO mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional atauinternational public health emergency (PHEIC) yang berlangsung dari Juli 2022 hingga Mei 2023. Wabah ini kini sebagian besar telah mereda.
Sejak September 2023, jenis mpox yang berbeda, subklade Clade Ib, telah melonjak di Kongo.
Pada 11 Juli, Tedros mengatakan, lebih dari 11.000 kasus dan 445 kematian telah dilaporkan di negara Afrika raksasa itu pada tahun 2024, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling banyak terkena dampak. Penyakit tersebut telah menyebar ke negara-negara tetangga.
PHEIC telah dideklarasikan hanya tujuh kali sejak 2009: terkait flu babi H1N1, virus polio, Ebola, virus Zika, Ebola lagi, Covid-19 dan mpox.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kemenkes: MA Kuatkan Vonis 4 Tahun Kasus Pemerasan di PPDS Undip
-
Wisata Alam Kian Diminati, Kunjungan ke Kebun Raya Cibodas Naik Tajam Pada Libur Panjang Akhir Pekan Lalu
-
Korpasgat Dukung Latihan Terjun Payung Personel Kopassus dan Yon TP
-
Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek bersama Kementerian Kesehatan
-
Djokovic Tersingkir dari Roland Garros Usai Kalah dari Petenis Remaja Joao Foseca
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
-
PT Pertamina Patra Niaga: Stok BBM Pertamax, Pertalite, dan Biosolar di Kalimantan Tengah Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.