Tak Tinggal Diam! Kodam VI/Mulawarman Pulihkan Ekosistem Kaltim dan Kaltara Pascakarhutla

Minggu, 30 Agu 2026, 02:49 WIB

BALIKPAPAN - Kodam VI/Mulawarman bersama unsur terkait memulai upaya pemulihan ekosistem dan mengoptimalkan sumber air untuk mengembalikan kondisi lingkungan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

"Bulan ini kami melakukan upaya pemulihan, di antaranya penanaman pohon kembali di tempat bekas kebakaran ataupun lahan gundul, termasuk bantaran sungai," kata Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Balikpapan, Sabtu (29/8).

Ket. Foto: Panglima Kodam VI Mulawarman Krido Pramono bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro di satu lokasi kebakaran lahan di Balikpapan. — Sumber: Antara foto/HO Pendam VI Mlw

Menurut Pangdam, pemulihan vegetasi penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang kehilangan tutupan pohon akibat karhutla.

Penanaman kembali dilakukan secara bertahap dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, ulama, serta masyarakat.

Sinergi antarunsur tersebut tidak hanya dibutuhkan saat menghadapi bencana, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan menekan risiko karhutla yang dapat kembali muncul selama periode kemarau.

Selain penghijauan, pemerintah dan unsur terkait mengoptimalkan infrastruktur sumber air yang telah tersedia.

Embung yang sebelumnya dibangun kembali diaktifkan untuk mendukung ketersediaan air di tengah minimnya curah hujan.

"Sumur-sumur bor yang telah kita bangun juga menjadi sumber air bersih, bahkan sampai dengan untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan," jelas Krido Pramono.

Ia menambahkan ketersediaan sumber air menjadi krusial di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya suhu lingkungan.

Air tidak hanya dibutuhkan untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung operasi pemadaman jika titik api kembali muncul.

Di sisi lain, upaya menghadapi kondisi tersebut juga dilakukan melalui pendekatan spiritual berupa doa bersama dan shalat istisqa yang digelar serentak di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara untuk memohon turunnya hujan.

"Karena kita juga tidak jauh dari kekurangan dan kelemahan. Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan bantuan, di antaranya hujan dan tercegah dari segala macam bencana," katanya.

Pangdam menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat luas melalui penanaman pohon, menjaga sumber air, dan tidak membakar lahan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.