Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konferensi Asean Bahas Pencegahan Kejahatan Eksploitasi Seksual Anak

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konferensi Asean Bahas Pencegahan Kejahatan Eksploitasi Seksual Anak Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. The Asean Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children (ACWC) Chair Yanti Kusumawardhani bersama para pembicara lainnya dalam Konferensi Asean di Denpasar, Rabu (7/8/2024).

Denpasar - Para pakar dan perwakilan organisasi di kawasan Asean yang peduli pada perlindungan anak hadir dalam konferensi Asean untuk membahas berbagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan penyedia jasa keuangan dalam eksploitasi seksual anak.

The Asean Commission on The Promotion and Protection of The Rights of Women and Children (ACWC) ChairYanti Kusumawardhani di Denpasar, Rabu, mengatakan penting bagi semua untuk meningkatkan komitmen, kerja sama, dan pemahaman, dalam upaya pencegahan eksploitasi seksual pada anak di ranah daring.

"Diantaranya dengan mengupayakan sistem keuangan yang aman dan terjamin di kawasan Asean," kata Yanti disela-sela acara Konferensi Asean tentang Pencegahan dan Respons terhadap Penyalahgunaan Penyedia Jasa Keuangan dalam Eksploitasi Seksual Anak itu.

Konferensi Asean ini diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 7- 8 Agustus 2024 oleh ECPAT Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Pengajar Hukum Pidana dan Kriminologi (ASPERHUPIKI).

Acara tersebut juga didukung Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan beberapa organisasi di kawasan Asean.

Yanti menambahkan pada KTT ke-43 Asean juga sudah ditegaskan upaya untuk mempercepat perlindungan hak anak dan rencana aksi regional Asean untuk menghapus kekerasan pada perempuan dan anak.

Pelaksanaan konferensi Asean kali ini, lanjut dia, untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyalahgunaan penyedia jasa keuangan dalam kejahatan eksploitasi seksual anak.

Sementara itu Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar mengatakan kerentanan kejahatan pada anak-anak juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang tidak seluruhnya bermanfaat.

Melalui konferensi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, kata dia, diharapkan dapat formula yang tepat dalam mengatasi persoalan kejahatan eksploitasi seksual pada anak-anak. Selain itu untuk mendapatkan praktik baik dari negara-negara di kawasan Asean dalam mengatasi hal tersebut.

"Pencegahan kejahatan ini harus optimal dan penanganannya secara maksimal, karena sifatnya sudah lintas negara. Oleh karena itu tidak hanya menjadi tanggung jawab antar-kementerian saja," ucap Nahar.

Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengatakan dari data yang terhimpun pada tahun 2024 mencatat sekitar 303 kasus anak korban eksploitasi ekonomi dan seksual, 128 anak korban perdagangan, dan 481 anak korban pornografi di Indonesia.

Di sisi lain dugaan prostitusi anak berjumlah sekitar 24.000 anak di rentang usia 10-18 tahun dengan frekuensi transaksi mencapai 130.000 kali dan nilai perputaran uang dari periode 2014 hingga 2024 mencapai Rp127 miliar lebih.

"Kita semua berharap upaya memerangi kejahatan seksual anak menjadi komitmen bersama seluruh pihak, termasuk juga melibatkan peran aktif seluruh komponen masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, eksploitasi seksual anak memiliki dampak destruktif yang nyata dan mengancam kelangsungan hidup generasi penerus bangsa karena kejahatan ini cenderung bersifat lintas negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.