Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IKM Perbengkelan Topang Industri Alat Angkut

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 08:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IKM Perbengkelan Topang Industri Alat Angkut Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Jenderal Indus­tri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita tengah di wawancarai.

JAKARTA - Industri kecil dan menengah (IKM) sektor purnajual otomotif harus mampu memanfaatkan momentum menggeliatnya industri alat angkut nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengatakan, industri alat angkut perlu didukung dengan sejumlah sektor pendukung, seperti industri perbengkelan untuk perawatan kendaraan sebagai sektor purnajual.

Dikatakannya, saat ini, banyak pelaku IKM di sektor perbengkelan otomotif yang ikut tumbuh dan berkembang seiring peningkatan permintaan alat angkut roda dua yang menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat di pedesaan maupun perkotaan.

"IKM bengkel roda dua memainkan peran penting dalam menyediakan layanan perawatan dan perbaikan sepeda motor, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh bengkel resmi pabrikan," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/8).

Guna mendorong peningkatan kemampuan teknis dan manajemen sumber daya manusia (SDM) bagi IKM bengkel alat angkut, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin melaksanakan Workshop Peningkatan Kualitas IKM Bengkel Alat Angkut pada 29 Juli-1 Agustus 2024 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Lokakarya tersebut diikuti sebanyak 20 IKM bengkel roda dua, dan 20 IKM bengkel permesinan speedboat di Merauke. Ditjen IKMA turut menggandeng Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua Selatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Merauke, serta mendapat dukungan dari SMK Negeri 3 Merauke dan IKM bengkel Kumbe Distrik Malind sebagai tempat praktik para peserta.

Di industri alat angkutan, sepeda motor terbukti masih menjadi primadona masyarakat Indonesia, termasuk bagi warga Kabupaten Merauke.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di dalam negeri pada 2023 mencapai 6,23 juta unit, meningkat signifikan sebesar 19,44 persen dibandingkan 2022.

AISI membidik penjualan sepeda motor pada tahun ini di kisaran 6,2-6,5 juta unit. Target ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar sepeda motor yang berkelanjutan dan permintaan yang tetap tinggi di tanah air.

Efek Berantai

Sementara itu, menurut Reni, pertumbuhan permintaan sepeda motor ini harus disertai dengan tumbuhnya IKM perbengkelan roda dua yang berkualitas. Sebab, unit sepeda motor tentu memerlukan perawatan berkala dan perbaikan untuk menjaga performa mesinnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.