BPBD Padang Layani Warga Kekeringan Hingga Malam Hari
Rabu, 31 Jul 2024, 00:06 WIBPadang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan layanan kepada warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang di kota setempat hingga malam hari pada Selasa.
"Akibat kekeringan yang dialami oleh warga maka petugas BPBD terus melayani hingga malam hari, sampai Selasa malam petugas masih di lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Hendri Zulviton di Padang.
Ia mengatakan para petugas didukung satu mobil tangki milik BPBD Padang melakukan penyaluran air bersih kepada warga di Pendakian Jahe, Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan.
Di lokasi setempat, pihaknya mendata 150 kepala keluarga (KK) warga yang mengalami kekeringan.
Warga tampak menyambut air yang dibawa oleh personel BPBD menggunakan ember, jeriken, dan berbagai alat tampung lainnya.
Hendri Zulviton menerangkan satu mobil tangki yang dimiliki oleh BPBD Padang memiliki kapasitas tampung 5.000 liter setiap kali angkut.
"Dalam penyaluran air kami melihat situasi yang ada di lokasi. Jika air mencukupi maka cukup satu tangki, jika kurang akan disuplaikembali," katanya.
Hingga pukul 20.00 WIB para petugas BPBD Padang masih berada di lokasi untuk menyalurkan air bersih kepada warga di kawasan Bukit Gado-Gado.
Pihak BPBD Padang mencatat sejak Selasa siang penyaluran air dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan dan kawasan Bukit Gado-gado.
Ia mengatakan air yang disalurkan oleh pihaknya kepada warga merupakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang.
Hendri menyatakan hingga saat ini BPBD padang masih terus menyiagakan personel setiap hari demi melayani warga yang membutuhkan air bersih di kota setempat.
Ia menjelaskan mekanisme untuk meminta penyaluran air bersih, warga bisa melapor kepada ketua rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) yang diteruskan ke kelurahan lalu ke BPBD.
Pihaknya masih terus memantau perkembangan terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan kondisi cuaca, sedangkan puncak kemarau diprediksi hingga Agustus.
Ia juga mengimbau warga menghemat penggunaan air di tengah musim kemarau saat ini.
Selain itu, memperhatikan instalasi listrik serta benda atau barang yang dapat menyulut kebakaran.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
600 Ha Sawah di Nagan Raya Aceh Alami Kekeringan Parah
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Antrean kendaraan mengisi BBM di Padang
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
-
Gauff Tak Mau Terbebani Status Juara Bertahan di Roland Garros
-
Atasi Penumpukan Residu, Pemkot Jakarta Barat Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya
-
Upaya Pencegahan Virus Hanta di Bandara Soekarno-Hatta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.