Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran di Asemrowo
Senin, 22 Jun 2026, 22:25 WIBSURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya mengembalikan fungsi jalan dan saluran di Jalan Tambak Mayor Gang VI C, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo dengan cara menertibkan sejumlah bangunan liar yang dibangun di lokasi tersebut.Â
Camat Asemrowo Mohammad Zulchaidir di Surabaya, Senin mengatakan sebelum dilakukan pembongkaran bangunan liar, jajaran Kecamatan Asemrowo menerima aduan dari warga kalau di kawasan tersebut terdapat sejumlah bangunan liar yang dibangun di atas jalan dan saluran. Â
"Jadi ada aduan melalui Satpol PP dan hotline-nya Pak Wali Kota (Eri Cahyadi). Setelah itu kami tindaklanjuti, kami klarifikasi dengan pengadu terkait adanya bangunan liar yang ada di Tambak Mayor Gang VI C, kami cek memang benar bangunan itu berada di jalan dan di atas saluran," tuturnya.
Zulchaidir menyebutkan pembongkaran bangunan liar tersebut memakan waktu cukup lama karena letaknya berada di gang sempit serta dilakukan dengan cara manual.Â
"Ukurannya (gang) satu meter setengah, sehingga alat berat dari DSDABM itu tidak bisa menjangkau. Jadi prosesnya (pembongkaran) manual," tuturnya.Â
Ia mengatakan, sebanyak 39 bangunan dibongkar guna mengembalikan fungsi jalan dan bangunan tersebut menyusul sejak dibangunnya bangunan liar ini, lokasi tersebut kerap terjadi banjir terutama saat musim hujan tiba.
"Karena kalau di atasnya ditutup bangunan, dalam proses pemeliharaannya untuk mengangkut sedimen kan kesulitan kalau ada bangunan. Insya Allah sebentar lagi kalau sudah beres semua akan dilakukan proses pengangkutan sedimennya," tuturnya.
Ia mengimbau, seluruh warga di wilayah Kecamatan Asemrowo untuk tidak lagi mendirikan bangunan di atas saluran maupun tempat fasilitas umum (fasum) lainnya.
"Kepada seluruh warga, terutama yang berada di Kecamatan Asemrowo untuk tidak menempati pedestrian, saluran, atau badan jalan dan mendirikan bangunan di sana," tuturnya.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Kecamatan Asemrowo, Setiawan menargetkan pembongkaran bangunan liar pada tanggal 25 Juni.
"Karena kami kesulitan untuk (pembersihan) bekas bangunan liar ini, jadi kita kesulitan mengangkut material-material ini karena akses jalan terlalu kecil. Jadi kita angkut dengan menggunakan karung," katanya.
- Fungsi jalan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.