Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Inggris Tegaskan Langkah Cepat Diperlukan untuk Gencatan Senjata di Gaza

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Inggris Tegaskan Langkah Cepat Diperlukan untuk Gencatan Senjata di Gaza Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Ratusan orang melakukan aksi protes di depan parlemen Inggris guna menentang penjualan senjata ke Israel dan mendesak gencatan senjata di Gaza.

London - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kepada pemimpin Israel Isaac Herzog di Paris, Prancis, bahwa langkah-langkah cepat diperlukan menuju gencatan senjata di Jalur Gaza.

Melalui sebuah pernyataan, Minggu (28/7), Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan bahwa, selain untuk mewujudkan gencatan senjata, langkah-langkah tersebut juga sangat diperlukan agar para sandera dapat dibebaskan.

Langkah itu juga bisa memungkinkan banyak bantuan kemanusiaan masuk untuk warga Gaza yang membutuhkan.

"Perdana Menteri (Starmer) menegaskan dukungannya yang berkelanjutan bagi hak Israel untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional. Ia menegaskan, tidak ada kesetaraan moral antara tindakan Israel, negara demokratis, dan Hamas, organisasi teroris," bunyi pernyataan tersebut.

Starmer dan Herzog juga membahas kelanjutan kerja sama bilateral di bidang-bidang utama seperti perdagangan dan investasi.

Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan pada 7 Oktober 2023 oleh kelompok Palestina, Hamas.

Sejak 7 Oktober, sedikitnya 39.300 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 90.800 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Lebih dari sembilan bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur. Warga setempat juga mengalami krisis makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dituduh melakukan genosida.

ICJdalam putusan terbarunya memerintahkan Israeluntuk segera menghentikan operasi militernya Rafah, yang dihuni lebih dari satu juta warga Palestina yang mencari perlindungan dari perang sebelum kota di Gaza selatan itu diserang pada 6 Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.