Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berbagai Cara Memasyarakatkan Budaya Betawi

📅 Senin, 29 Jul 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berbagai Cara Memasyarakatkan Budaya Betawi Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Bocah Menunjuk -- Seorang anak memandang koleksi ondel-ondel di Museum Betawi, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (28/7). Ondel-ondel juga salah satu karya budaya betawi.

Budaya Betawi menjadi salah satu kultur yang terancam derasnya arus globalisasi kebudayaan. Berbagai cara harus ditempuh untuk mempertahankan, melestarikan, dan memasyarakatkan budaya Betawi.

Maka, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan Museum Betawi membuat variasi lokakarya budaya Betawi dengan tujuan agar masyarakat lebih tertarik dalam mempelajari budaya setempat. "Kalau beberapa waktu lalu, workshop mengenai tradisional Betawi saja. Sekarang ditambah melukis dan menggambar yang berkaitan dengan budaya Betawi," ucap petugas UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Riri, di Jakarta, Minggu.

Lokakarya budaya biasanya diadakan setiap akhir pekan, berbarengan dengan pergelaran seni dan gratis bagi pengunjung. Jenis lokakarya yang dihadirkan beragam seperti kuliner, kesenian dan kriya seperti membatik, membuat ondel-ondel, tari, musik gambang keromong, dan silat.

"Untuk workshop kesenian seperti tari, musik gambang kromong, dan silat diisi pengelola sanggar yang didatangkan dari sekitar Perkampungan Budaya Betawi atau yang sudah terdaftar di Dinas Kebudayaan Jakarta," jelas Riri.

Khusus untuk bidang kuliner, sebenarnya pengunjung juga bisa mendatangi rumah makan Betawi di salah satu sisi Perkampungan Budaya Betawi, selain mengikuti lokakarya. Di sini, mereka selain dapat membeli produk kuliner khas Betawi seperti kerak telor, selendang mayang, dan laksa, juga berkesempatan melihat cara membuatnya.

Menurut Riri, lokakarya sudah rutin diadakan sejak tahun 2018 dan 2019. Semula kegiatan ini hanya diadakan saat acara-acara besar Jakarta dan kunjungan sekolah. Tetapi setelah pandemi Covid-19, lokakarya diadakan hampir setiap akhir pekan untuk mendatangkan pengunjung dan meramaikan kegiatan pergelaran budaya tradisional Betawi.

Riri menyebutkan setiap lokakarya rata-rata diikuti sebanyak 30 orang. Total peserta yang berpartisipasi sejak Maret lalu hingga dua pekan lalu sekitar 200 orang. "Total workshop sudah lebih dari 10 kali sejak Maret ditambah acara-acara besar seperti HUT kota Jakarta. Target per tahun sekitar 500 peserta. Per triwulan ada 10 jenis kegiatan," jelas Riri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.