- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dewan Konstitusi Sebut May...
Dewan Konstitusi Sebut Mayoritas Warga Jerman Tolak Penempatan Rudal AS
Sabtu, 27 Jul 2024, 00:01 WIBMoskow - Mayoritas warga Jerman tidak menyetujui rencana untuk menempatkan rudal jarak jauh AS di negara tersebut dan mungkin ingin memprotes langkah itu, kata Ralph Niemeyer, ketua Dewan Konstitusi dan Kedaulatan Jerman, kepada RIA Novosti.
Pentagon mengatakan pada 10 Juli bahwa mulai tahun 2026, AS akan mulai melakukan penempatan secara bertahap senjata jarak jauh di Jerman sebagai bagian dari perencanaan untuk penempatan permanen senjata ini di masa depan.
Senjata jarak jauh itu termasuk SM-6, Tomahawk, dan rudal hipersonik yang sedang dikembangkan.
"Kami sepenuhnya menentang hal ini sebagai sebuah organisasi, namun mayoritas warga negara Jerman juga sangat menentang penempatan rudal apa pun," kata Niemeyer.
Sebuah survei yang diterbitkan oleh majalah Stern pada 16 Juli menunjukkan bahwa 47 persen warga Jerman khawatir bahwa penempatan rudal AS akan meningkatkan risiko perang antara Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Rusia, sementara hanya 17 persen yang mengatakan tidak akan terjadi peperangan.
Niemeyer mengatakan bahwa diskusi serupa mengenai penempatan rudal terjadi pada awal 1980-an dan menyarankan bahwa langkah ini dapat merusak citra publik Kanselir Olaf Scholz.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kepada media selama akhir pekan bahwa terlalu "naif" bagi Jerman untuk mengatakan "tidak" pada apa yang dia gambarkan sebagai peningkatan penangkalan dan senjata tambahan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Masyarakat Mempertanyakan Adanya Isu Kuota Pencairan Restitusi Pajak, Benarkah Demikian?
-
Pemkot Bekasi Lanjutkan Proyek Pedestrian di Jalan Sudirman yang Sempat Mandek
-
Dilema Pajak Mobil Listrik Jakarta: Potensi Rp1 Triliun Melayang Akibat Aturan Pusat?
-
Kejuaraan Jakarta Muaythai Extravaganza 3.0
-
Warga Depok Diminta untuk Waspada Penularan Hantavirus
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Proyek Oplah Raksasa di Kutim, Solusi atau Risiko Lingkungan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.