Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbud: Kebijakan Afirmatif Kurangi Kesenjangan Akses Pendidikan

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikbud: Kebijakan Afirmatif Kurangi Kesenjangan Akses Pendidikan Doc: ANTARA/Maulana Surya
Ket. Sejumlah calon siswa didampingi orang tuanya saat mengantre untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 jalur zonasi Sekolah Menegah Pertama (SMP) di salah satu sekolah di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/7/2024).

JAKARTA -Badan Standar, Kurikulumdan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek menekankan pentingnya kebijakan afirmatif guna mengurangi kesenjangan akses terhadap pendidikan berkualitas.

"Yang perlu kita lakukan adalah kebijakan afirmatif, sehingga sekolah dan kelompok-kelompok yang tertinggal itu bisa mengalami kemajuan yang pesat tanpa menghambat kemajuan sekolah lainnya secara nasional," kata Kepala BSKAP Anindito Aditomo dalam kegiatan bertajukForum on Education and Learning Transformation (FELT) di Jakarta, Senin (22/7).

Menurutnya, pendidikan memiliki peluang untuk mereproduksi, bahkan memperparah ketimpangan yang ada di masyarakat dengan tidak menyiapkan anak-anak dari kelas sosial menengah ke bawah untuk menerima manfaat dari sekolah.

Iamenilai jalan tengah untuk mengantisipasi kondisi tersebut adalahmenyiapkan kebijakan pendidikan afirmatif yang mengutamakan prestasi siswa sebagai tolok ukur dan bukan latar belakang sosial ekonomi keluarga siswa di lingkungan sekolah. Dengan begitu, sistem pendidikan justru berkontribusi sebagai kompensator ketimpangan.

Salah satu bentuk kebijakan afirmatif tersebut adalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi yang secara efektif berlaku pada tahun 2017. Ia menilai metode PPDB tersebut berhasil mendesegregasi jalur penerimaan siswa baru yang sebelumnya hanya terpaku pada sekolah-sekolah dengan label favorit.

"PPDB zonasi ini sebenarnya desegregasi, dari yang sebelumnya kebanyakan siswa dengan ekonomi bagus mengejar sekolah favorit, sehingga menyisakan murid yang tidak kaya di sekolah biasa, nah sekarang ini campur, karena menekankan nilai siswa dan asas afirmatif, yakni memberi kesempatan yang tinggal di dekat sekolah favorit," imbuhnya.

Pihaknya menilai PPDB zonasi menghadirkan keragaman sosial ekonomi di tiap-tiap sekolah, tidak hanya sekolah favorit yang pada akhirnya membuat karakteristik antar sekolah menjadi lebih mirip dan menghadirkan sekolah-sekolah favorit baru.

Ia menyebutkan kontribusi sosial ekonomi terhadap prestasi Programme for International Student Assessment (PISA) juga berkurang perlahan dibandingkan pada tahun 2015, sehingga latar belakang murid menjadi prediktor yang lebih lemah terhadap prestasi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.