Filipina - Tiongkok Sepakati Pengaturan untuk Misi Pasokan
📅 Senin, 22 Jul 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
MANILA - Filipina dan Tiongkok telah menyepakati "pengaturan" untuk misi pengiriman pasokan pada pasukan Filipina yang ditempatkan di terumbu karang Laut Tiongkok Selatan (LTS), kata Manila pada Minggu (21/7).
Kesepakatan itu tercapai setelah terjadi serangkaian konfrontasi yang meningkat di perairan yang disengketakan itu.
Sebuah pos terpencil di Second Thomas Shoal telah menjadi fokus bentrokan antara kapal Tiongkok dan Filipina dalam beberapa bulan terakhir ketika Beijing meningkatkan upayanya untuk memaksakan klaimnya atas hampir seluruh LTS.
Seorang pelaut Filipina kehilangan jempolnya dalam konfrontasi terbaru pada tanggal 17 Juni lalu ketika anggota Penjaga Pantai Tiongkok yang memegang pisau, tongkat, dan kapak, menggagalkan upaya Angkatan Laut Filipina untuk mengirim pasokan ke pasukannya yang berada di pos Second Thomas Shoal.
Pengumuman pada hari Minggu ini menyusul pembicaraan antara Filipina dan Tiongkok bulan ini ketika mereka sepakat untuk meningkatkan jumlah saluran komunikasi untuk menyelesaikan perselisihan maritim di antara mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Filipina dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah mencapai kesepahaman mengenai pengaturan sementara untuk misi pengiriman pasokan bagi kebutuhan sehari-hari dan misi rotasi ke BRP Sierra Madre di Ayungin Shoal," kata Kementerian Luar Negeri Filipina yang menggunakan nama Filipina untuk sebutan Second Thomas Shoal.
Kementerian Luar Negeri Filipina tidak memberikan rincian mengenai pengaturan tersebut, namun mengatakan kedua belah pihak menyadari perlunya meredakan situasi di LTS dan mengelola perbedaan melalui dialog dan konsultasi.
Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait informasi terbaru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Janji AS
Sejumlah tentara Filipina ditempatkan di kapal perang BRP Sierra Madre yang berkarat dan sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal pada tahun 1999 untuk menegaskan klaim Manila atas wilayah tersebut. Mereka sering membutuhkan pasokan makanan, air, dan kebutuhan lainnya, serta transportasi untuk rotasi personel.
Sebelumnya pada hari Minggu, Manila mengatakan misi pasokan akan tetap menjadi operasi Filipina, setelah Amerika Serikat (AS) berjanji untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mendukung mereka.
"Sejauh menyangkut RORE (misi rotasi dan pasokan), kami mempertahankannya sebagai operasi murni Filipina yang memanfaatkan kapal, personel, dan kepemimpinan Filipina," kata Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional, Jonathan Malaya, kepadaAFP. "Hal tersebut mungkin berubah tergantung pada panduan dari manajemen puncak, namun itulah arah atau kebijakan saat ini," imbuh dia.
Pernyataan Malaya muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan bahwa AS akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan Filipina dapat terus mengirim pasokan ke pasukannya di atol yang diperebutkan.
"Kami akan terus mendukung Filipina dan berdiri di belakang mereka ketika mereka mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal tersebut," kata Sullivan dalam konferensi Forum Keamanan Aspen di Colorado. Malaya mengatakan Dewan Keamanan Nasional Filipina menghargai tawaran AS dan Filipina akan melanjutkan konsultasi sebagai sekutu perjanjian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!