Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seoul: Korea Utara Kirim Lebih Banyak Balon Sampah

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 10:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seoul: Korea Utara Kirim Lebih Banyak Balon Sampah Doc: Korea JoongAng Daily/Markas Besar Pemadam Kebakara
Ket. Dalam foto yang disediakan Markas Besar Pemadam Kebakaran Jeonbuk, balon berisi sampah digantung di kabel listrik saat tentara Korea Selatan berjaga di Muju, Korea Selatan, pada hari Rabu.

SEOUL - Korea Utara melanjutkan pengiriman balon yang membawa sampah melintasi perbatasan ke Korea Selatan, kata militer Seoul pada hari Minggu (21/7). Aksi tersebut sebagai tanggapan terhadap Korea Selatan yang memulai kembali siaran propaganda pengeras suara.

Kedua Korea terlibat dalam kampanye balon saling balas, Korea Utara mengirimkan hampir 2.000 balon pembawa sampah ke selatan sejak bulan Mei, dengan alasan pembalasan atas balon propaganda yang diluncurkan oleh aktivis Korea Selatan.

"Korea Utara meluncurkan gelombang baru balon pengangkut sampah," kata Kepala Staf Gabungan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (21/7), Balon-balon itu terbang menuju bagian utara Gyeonggi.

"Harap laporkan ke militer atau polisi dan hindari kontak langsung dengan benda-benda tersebut."

Gelombang balon terbaru ini datang tiga hari setelah Seoul mengumumkan melanjutkan siaran propaganda melalui pengeras suara yang ditujukan ke Korea Utara.

Seoul memperingatkan, mereka akan memperluas cakupan siaran semacam itu jika Korea Utara tetap mengirimkan balon-balon pembawa sampah, dengan menyebutnya sebagai "tindakan kelas rendah" dan menekankan bahwa "semua tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan militer Korea Utara".

"Kami dapat meningkatkan jumlah pengeras suara siaran di daerah garis depan jika Korea Utara melanjutkan provokasinya," kata seorang pejabat militer kepada kantor berita Yonhap pada hari Sabtu.

Balon-balon Korea Utara telah mengganggu lebih dari 100 penerbangan yang membawa 10.000 penumpang, kata seorang anggota parlemen Korea Selatan awal bulan ini.

Sebagai tanggapan, Seoul menangguhkan perjanjian militer untuk mengurangi ketegangan dan mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan siaran propaganda di sepanjang perbatasan.

Selain selebaran anti-Kim yang dikirim dari Selatan, Korea Utara yang terisolasi sangat sensitif terhadap rakyatnya yang mendapatkan akses ke produk budaya pop Korea Selatan. Laporan pemerintah Korea Selatan baru-baru ini mengacu pada kasus tahun 2022 di mana seorang pria dieksekusi karena memiliki konten dari Selatan.

Kedua Korea secara teknis masih berperang karena konflik 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Siaran propaganda - sebuah taktik yang sudah ada sejak Perang Korea - membuat Pyongyang marah, yang sebelumnya mengancam akan melakukan serangan artileri terhadap unit pengeras suara Seoul.

Sebelum siaran propaganda terbaru, Seoul baru-baru ini melanjutkan latihan tembak-menembak di pulau-pulau perbatasan dan dekat zona demiliterisasi yang membelah semenanjung Korea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.