Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seberapa Jauh Pengaruh Orang Austronesia Menyebar ke Luar Pasifik?

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Seberapa Jauh Pengaruh Orang  Austronesia Menyebar ke Luar Pasifik? Doc: Wikimedia

Sekitar 4.000 tahun yang lalu, rumpun Austronesia muncul di Taiwan. Mereka kemudian bermigrasi ke wilayah terjauh di Pasifik, dan dampaknya yang bertahan lama melampaui batas-batas Oseania.

S

ebelum mencoba menjawab pertanyaan tentang pengaruh Austronesia di luar Pasifik, mari perlu melihat siapa yang disebut dengan orang-orang Austronesia itu. Tidak ada masyarakat yang hidup saat ini yang merupakan salinan persis dari apa yang berkembang di Taiwan sekitar 4.500 tahun yang lalu dan dikenal sebagai budaya Austronesia.

Ahli bahasa menciptakan istilah Austronesia untuk menggambarkan bahasa-bahasa Asia dan Oseania yang serupa di bawah satu garis keturunan rumpun budaya. Oseania terdiri bekas Polinesia seperti New Zealand, Melanesia (termasuk mulai Maluku sampai New Guinea) dan Mikronesia.

Sulit untuk mendefinisikan secara tepat apa itu budaya Austronesia. Namun dengan melihat genetika, bahasa, dan arkeologi, akan lebih mudah untuk menunjukkan apa yang luar biasa tentang budaya kompleks ini.

Budaya Austronesia berkembang pada periode Neolitikum di Taiwan dengan seperangkat budaya material yang unik dan berbeda dari yang ada sebelumnya. Ini termasuk tembikar lembaran merah yang akan menjadi bagian penting dalam melacak penyebaran mereka di luar tanah air mereka. Namun, mungkin cara terbaik untuk melacak garis keturunan ini berasal dari mempelajari genetika dan bahasa mereka.

"Penelitian terhadap rumpun bahasa Austronesia menemukan bahwa sulurnya membentang di separuh dunia. Dari Madagaskar di barat benua Afrika hingga Pulau Paskah di Cile. Di utara dari Taiwan hingga New Zealand di bagian paling selatan," tulis Arthur Grainer, seorang arkeolog yang berpengalaman dalam kerja lapangan di New Zealand, Papua New Guinea, dan Mikronesia.

Rumpun bahasa ini merupakan bahasa leluhur pendiri Polinesia dan dialek di Melanesia, Mikronesia, Kepulauan Asia tenggara (ISEA), dan bagian lain Samudra Hindia. Bahasa Proto-Austronesia diteorikan berasal dari Taiwan atau Pulau Formosa dan bahasa Portugis.

Bahasa tersebut terbagi menjadi dua cabang, Melayu-Polinesia dan Formosa. Melayu-Polinesia merupakan bagian besar dari rumpun bahasa sehingga kemudian dibagi lagi menjadi subcabang Baratnya (termasuk Madagaskar dan ISEA sebagai contoh) dan subcabang Tengah-Timur (Oseania, New Guinea, dan sebagian besar Mikronesia).

Studi genetika telah menunjukkan bahwa masyarakat Austronesia tidak hanya beragam. Mereka telah menyebar jauh di seluruh dunia ke tempat-tempat yang mungkin tidak terekam oleh arkeologi dan bahasa. Ini termasuk studi yang menganalisis kesamaan antara atribut DNA, termasuk kromosom Y dan haplogroup mtDNA.

Kemunculan atau ketiadaan tanda-tanda khusus dalam DNA kelompok budaya dapat memungkinkan garis waktu permukiman dibangun dan ditempatkan pada peta untuk mengukur penyebaran budaya Austronesia. Misalnya, sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 menerapkan metode analisis ini pada DNA dari permukiman di Madagaskar dan menyimpulkan bahwa mereka terkait dengan Austronesia di Indonesia.

Dari sudut arkeologi menambah kekayaan fakta yang telah ditetapkan sebelumnya yang dikemukakan oleh studi bahasa dan genetika tentang sejauh mana penyebaran Austronesia di luar Pasifik. Sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2016 melaporkan tentang arkeologi pertanian yang terungkap di lapisan paling awal permukiman Madagaskar.

Para arkeolog menemukan bahwa selama periode yang sama, impor tanaman Asia, termasuk jewawut dan beras, jarang terlihat, tetapi di pulau lepas pantai hal itu jauh lebih umum, yang menunjukkan jaringan yang dekat dengan kampung halaman mereka. Jenis catatan fisik ini jarang terjadi di pulau itu dan menyoroti perlunya lebih banyak pekerjaan.

Tembikar lembaran merah di ISEA membantu memetakan penyebaran mereka yang masih mempraktikkan teknologi tersebut. Sebuah makalah tahun 2017 melaporkan tentang pecahan tembikar yang ditemukan di Sulawesi utara yang berasal dari 2.000 - 1.800 sebelum sekarang (before present/BP) dan merupakan tanda perluasan mereka ke arah barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

44 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.