Yamal Torehkan Sejarah
📅 Kamis, 11 Jul 2024, 06:57 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: MIGUEL MEDINA / AFP
MUNICH - Pemain muda Spanyol, Lamine Yamal (16), menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa. Dia membantu Spanyol bangkit untuk mengalahkan Prancis 2-1 di Munich, Rabu (10/7) dini hari WIB untuk lolos ke final Piala Eropa 2024.
Tertinggal setelah Randal Kolo Muani menyundul umpan silang Kylian Mbappe menit kesembilan, Spanyol membalikkan keadaan dalam selang waktu empat menit. La Furia Roja mencetak dua gol melawan tim Prancis.
Yamal yang akan berusia 17 tahun sehari sebelum final hari Minggu melawan Belanda atau Inggris, menyamakan kedudukan dengan tembakan luar biasa dari luar kotak penalti. Dia mengarahkan tembakan jarak jauh ke sudut atas melewati ujung jari Mike Maignan.
Spanyol memimpin di menit ke-25 saat Dani Olmo merebut bola liar dan menembak bola masuk ke gawang dengan bantuan defleksi dari Jules Kounde, sehingga bunuh diri.
"Saya mendapatkan bola, tidak berpikir terlalu lama dan langsung menembak," ujar Yamal tentang golnya. Dia hanya menikmati dan bangga berada di final.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spanyol yang merupakan peraih tiga kali juara menjadi tim pertama yang memenangkan enam pertandingan Piala Eropa 2024. La Furia Roja tinggal satu pertandingan lagi merebut mahkota keempat dan akan memecahkan rekor.
"Kami satu langkah lagi menuju kejayaan," ujar Olmo. Menurutnya, tim ini luar biasa, sehingga pantas mendapatkannya.
Akhir pekan ini di Berlin akan menjadi penampilan pertama Spanyol di final turnamen besar sejak mengalahkan Italia 4-0 di final Piala Eropa 2012. Sebagai ahli dalam mengelola permainan lini tengah, Spanyol memastikan kemenangan setelah memimpin. Dia sering menguasai bola daripada menyerang balik, namun mengendalikan pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Kami tahu itu. Mereka membuktikannya, meskipun kami bisa mencetak gol pembuka," ujar pelatih Prancis, Didier Deschamps.
Pemain Jenius
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengatakan bahwa penampilan Yamal melawan Prancis memperlihatkan remaja itu sebagai pemain jenius. Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan kali ini.
"Kami telah melihat seorang jenius. Golnya adalah produk dari seorang jenius," ujar De la Fuente.
Dia adalah pemain yang harus dijaga. Luis harus memberinya nasihat untuk terus bekerja dengan kerendahan hati dan menjaga kakinya tetap di tanah. Menurut Luis, Yamal akan terus tumbuh menjadi matang. Usianya masih begitu muda, tapi sudah seperti pemain berpengalaman.
"Kami beruntung dia adalah orang Spanyol. Kami bisa menikmatinya selama bertahun-tahun lagi," tutur Luis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!