PDI Perjuangan Kirim Sinyal akan Majukan Penantang Khofifah dalam Pilgub Jatim
📅 Rabu, 10 Jul 2024, 14:51 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), baru-baru ini mengisyaratkan akan memajukan calon untuk berlaga dalam kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2024, menghadapi Khofifah Indar Parawansa, gubernur Jatim masa jabatan 13 Februari 2019 sampai dengan 13 Februari 2024.
Saat ini, Khofifah santer disebut akan kembali memperebutkan kursi Jatim Satu bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat sebagai wakilnya saat itu.
Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno, menjelaskan bahwa PDIP tidak kurang kader untuk bisa maju di Pilgub Jatim 2024. Dia menyebut nama menteri dari PDIP. seperti halnya Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.
"Di PDIP itu tidak kurang figur. Saya ada banyak pertanyaan kok gak Bu Risma? Memang dari 2018 surveinya tinggi. Tapi waktu itu beliau masih ingin meneruskan di Wali Kota Surabaya," katanya dalam acara Bincang Politik Pilgub Jatim 2024 'Mencari Penantang Khofifah - Emil' di Surabaya, Rabu (10/7).
"Pak Anas, Bu Risma, Pak Yasona, Pak Anas, itu semua kan orang-orang bagus. Bisa jadi menteri bukan orang sembarangan. Kami masih mendengar masukan-masukan, tapi kalau sudah ada keputusan dari partai, siapapun itu harus berangkat (maju)," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untari menyampaikan kalau PDIP Jatim menunggu arahan langsung dari DPP PDIP yang merujuk pada hak prerogatif yang akan diambil oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena, Jatim merupakan provinsi yang strategis bagi PDIP.
"Kongres PDIP ada tertuang AD/ART ketum memiliki hak preogatif. Jawa Timur ini provinsi strategis. Dalam sisi ekonomi, pemegang 14 persen ekonomi, kedua setelah DKI. Penduduknya kedua setelah Jawa Barat. Pemilihnya 31 juta orang. Hal strategis ini perlu kajian, telaah, sounding, mendengarkan suara masyarakat, kalau harus diputuskan, kita tidak ingin salah pilih," terangnya.
Untari pun memberikan "clue" kalau partai berlambang kepala banteng bermoncong putih akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusungnya setelah hasil survey internal partai keluar pada akhir bulan Juli.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Masalahnya bukan soal tidak percaya diri, tapi kami harus teliti, cermat, dan hati-hati supaya mendapat calon yang baik, tidak sekedar maju," tegasnya.
Dalam diskusi yang digelar oleh Kelompok Kerja Wartawan Grahadi (Pokja Grahadi) itu, perwakilan Partai Gerindra, Golkar dan PAN dengan pilihannya mengusung Khofifah - Emil, mengungkapkan, pasangan petahana ini dinilai bisa menjaga stabilisasi sosial maupun politik di provinsi paling timur di Pulau Jawa ini.
"Pertimbangannya stabilitas politik sehingga Golkar memutuskan mengusung Khofifah - Emil," kata Wakil Ketua DPD Golkar Jatim, Pranaya Yudha Mahardika.
Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim, MH Rofiq mengatakan bahwa sejak awal partainya sudah memutuskan mengusung Khofifah. Menurutnya kepemimpinan Khofifah di Jatim sudah bagus dan perlu dilanjutkan untuk periode kedua mendatang.
"Kita diajarkan Pak Prabowo menghormati, sopan santun terhadap orang. Dari awal kita mengusung Khofifah - Emil Dardak," katanya.
"Kita respect, kita hormati kepemimpinan Bu Khofifah di Jatim berhasil. Partai Gerindra sudah final usung Khofifah - Emil," tambah dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!