Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ternyata Lele Miliki Nutrisi yang Baik untuk Cegah Stunting

📅 Selasa, 09 Jul 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Lele Miliki Nutrisi yang Baik untuk Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo (kanan) berdiskusi dengan seorang kader pada acara Sinergi dan Kolaborasi Tenaga Lini Lapangan untuk Menyukseskan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (7/7/2024).

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),Hasto Wardoyo menyebut bahwa ikan lee memiliki nutrisi yang baik untuk mencegah stunting.

"Jangan malu makan lele, karena kandungan nutrisi pada lele lebih baik daripada daging sapi. Lele protein hewani, sapi juga. Lele ada DHA, omega 3, EPA (asam lemak untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah). Itu tidak ada di daging sapi," kata Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Hasto menyampaikan pernyataan tersebut pada acara Sinergi dan Kolaborasi Tenaga Lini Lapangan untuk Menyukseskan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (7/7).

Ia menyoroti data tingkat kecerdasan negara-negara di dunia dariWorld Population Reviewtahun 2022, yang menyatakan bahwa rata-rata IQ orang Indonesia masih rendah, sehingga asupan protein hewani sangat dibutuhkan untuk mengatasinya.

"IQ Indonesia urutan ke-130 di dunia. Protein hewaninya kurang, yang membuat cerdas otak kita supaya tidak stunting itu protein hewani," ucapnya.

Hasto juga mengingatkan bahwa stunting pasti pendek, tetapi pendek belum tentu stunting. "Stunting itu pendek plus otaknya tidak cerdas," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang MMansyur mengemukakan prevalensi stunting di Kota Magelang tahun 2023 mengalami peningkatan 1,5 persen berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

"Prevalensi stunting Kota Magelang 15,4 persen, dan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 13,9 persen. Jika dilihat dari hasil penimbangan serentak di Kota Magelang tahun 2023, stunting di angka 10,4 persen," katanya.

Ia menyampaikan berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran tinggi badan bayi yang dilakukan serentak di seluruh posyandu Kota Magelang, cenderung turun dibandingkan SSGI 2022 maupun SKI 2023. Hasil capaian tersebut akan dimasukkan ke Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Menurutnya, permasalahan stunting yang kompleks perlu ditangani secara konvergen di semua tingkatan atau lini.

"Masih terus menjadi fokus bagi kami untuk mengatasi permasalahan yang menyertainya. Dari permasalahan tersebut muncul inovasi yang digagas para emak-emak Magelang untuk mencegah stunting," paparnya.

Inovasi tersebut, lanjut Mansyur, datang dari Ketua TP PKK Kota Magelang yang memiliki inovasi dengan sebutan Ceting Emas (Cegah stunting emak-emak Magelang Sehat). Inovasi tersebut dikembangkan dengan kolaborasi lintas sektor antarpemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.