Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemuda Bisa Wujudkan Pangan Laut

📅 Selasa, 09 Jul 2024, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemuda Bisa Wujudkan Pangan Laut Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Arsip foto - Sejumlah nelayan membongkar muat kerang hijau di Dermaga Kampung Nelayan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/9/2023).

JAKARTA - Anak muda perlu didukung untuk bisa berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan laut di tengah tantangan perubahan iklim. Ketua Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir, Hendra Wiguna, Senin, menyebutkan, perlu peningkatan produksi

Langkah tersebut dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan penyerapan tenaga kerja. Perlu juga hadir pusat pendidikan di kampung-kampung nelayan. Manfaatkan teknologi pendukung untuk menambah nilai produksi.

"Harapannya anggota keluarga nelayan lainnya terutama anak muda pesisir dapat andil sepenuhnya dalam proses penambahan nilai produksi," tutur Hendra.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun lalu hanya 19,2 persen anak muda Indonesia berprofesi di lingkup perikanan, pertanian, dan perkebunan. Sedangkan Survei Bank Dunia di 18 negara pada tahun lalu disebutkan, penghasilan generasi muda yang berprofesi sebagai nelayan dan pembudi daya ikan, jauh lebih rendah dari orang tuanya.

Sangat disayangkan menurunnya minat anak muda menjadi nelayan. Ini akan berdampak luas. Ketersediaan pangan laut akan berkurang. Penyerapan tenaga kerja sektor perikanan juga berkurang. Menurut Hendra, di sisi lain, perubahan iklim telah berdampak nyata terhadap sektor kelautan perikanan.

Hasil pendataan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia menurun terrus. Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian juga mengkhawatirkan jumlah nelayan yang terus menyusut. Hal ini tentu akan menurunakn produksi ikan. Siapa yang akan menangkap ikan di laut? "Aneh, bila kelak negeri yang lautnya luas, justru harus impor pangan laut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.