Pemuda Bisa Wujudkan Pangan Laut
📅 Selasa, 09 Jul 2024, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
JAKARTA - Anak muda perlu didukung untuk bisa berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan laut di tengah tantangan perubahan iklim. Ketua Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir, Hendra Wiguna, Senin, menyebutkan, perlu peningkatan produksi
Langkah tersebut dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan penyerapan tenaga kerja. Perlu juga hadir pusat pendidikan di kampung-kampung nelayan. Manfaatkan teknologi pendukung untuk menambah nilai produksi.
"Harapannya anggota keluarga nelayan lainnya terutama anak muda pesisir dapat andil sepenuhnya dalam proses penambahan nilai produksi," tutur Hendra.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun lalu hanya 19,2 persen anak muda Indonesia berprofesi di lingkup perikanan, pertanian, dan perkebunan. Sedangkan Survei Bank Dunia di 18 negara pada tahun lalu disebutkan, penghasilan generasi muda yang berprofesi sebagai nelayan dan pembudi daya ikan, jauh lebih rendah dari orang tuanya.
Sangat disayangkan menurunnya minat anak muda menjadi nelayan. Ini akan berdampak luas. Ketersediaan pangan laut akan berkurang. Penyerapan tenaga kerja sektor perikanan juga berkurang. Menurut Hendra, di sisi lain, perubahan iklim telah berdampak nyata terhadap sektor kelautan perikanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil pendataan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia menurun terrus. Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian juga mengkhawatirkan jumlah nelayan yang terus menyusut. Hal ini tentu akan menurunakn produksi ikan. Siapa yang akan menangkap ikan di laut? "Aneh, bila kelak negeri yang lautnya luas, justru harus impor pangan laut," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!