Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Tersungkur di Tengah Optimisme Ekonomi, Investor Masih Cemaskan Kondisi Politik?

📅 Senin, 01 Sep 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Tersungkur di Tengah Optimisme Ekonomi, Investor Masih Cemaskan Kondisi Politik? Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah meski didukung data ekonomi domestik yang solid menunjukkan bahwa sentimen pasar modal tidak semata-mata ditentukan oleh faktor fundamental dalam negeri.

Data positif, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, maupun surplus neraca perdagangan, seharusnya menjadi katalis penguatan.

Namun, kenyataannya pelaku pasar lebih banyak merespons tekanan eksternal serta faktor non-ekonomi, seperti ketidakpastian politik dan arah kebijakan global.

Kondisi ini mencerminkan dominannya faktor psikologis dan ekspektasi jangka pendek investor. Alih-alih menimbang kekuatan fundamental, pasar lebih rentan terhadap arus modal asing yang keluar akibat sentimen global—misalnya sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed) atau gejolak geopolitik. Akibatnya, data domestik yang kuat tidak serta-merta mampu menopang indeks.

Meski demikian, pelemahan IHSG di tengah fundamental ekonomi yang solid bisa dibaca sebagai peluang.

Bagi investor jangka panjang, harga saham yang terkoreksi membuka ruang akumulasi aset dengan valuasi lebih menarik.

Sementara bagi pemerintah dan otoritas keuangan, fenomena ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kepercayaan pasar melalui konsistensi kebijakan, stabilitas politik, serta komunikasi yang efektif.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9) sore, ditutup melemah 94,42 poin atau 1,21 persen ke posisi 7.736,07 di tengah data-data ekonomi domestik yang tercatat solid periode Agustus 2025.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,42 poin atau 1,06 persen ke posisi 788,70.

“IHSG mengalami tekanan, efek dari situasi dan kondisi dalam negeri yang tidak kondusif, dan dikhawatirkan akan ada demonstrasi lanjutan pasca gelombang demonstrasi yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap tunjangan dan sikap elite politik atau anggota parlemen,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, pelaku pasar berharap pernyataan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat meminimalisir panasnya kondisi sosial dan politik di dalam negeri.

Pada hari ini, Senin, rilis data-data ekonomi memberikan gambaran bahwa kondisi ekonomi dalam negeri masih bertumbuh dan solid.

Indeks PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,5 pada Agustus 2025 atau naik dari sebelumnya 49,2 pada Juli 2025, yang menunjukkan adanya ekspansi dalam aktivitas manufaktur seiring meningkatnya volume pesanan baru.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia bulan Juli 2025 surplus 4,18 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus sebesar 2,31 persen year on year (yoy) atau berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen year on year (yoy).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.