Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prancis Gelar Putaran Kedua Pemilu Legislatif

📅 Senin, 08 Jul 2024, 02:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prancis Gelar Putaran Kedua Pemilu Legislatif Doc: AFP/JEFF PACHOUD
Ket. Pemilu Putaran Kedua l Pemilik hak suara antre di sebuah TPS di stasiun kereta di Lyon, Prancis, pada Minggu (7/7). Prancis menggelar putaran kedua pemilu legislatif yang hasilnya akan menentukan masa depan politik selain akan menjadikan kelompok sayap kanan sebagai partai terbesar dalam parlemen untuk pertama kalinya dalam sejarah.

PARIS - Para pemilik hak suara di Prancis pada Minggu (7/7) kembali berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara untuk mengikuti putaran kedua pemilu legislatif bersejarah yang diperkirakan akan menjadikan kelompok sayap kanan sebagai kekuatan terbesar di parlemen yang terpecah belah.

Pada tengah hari, menurut angka kementerian dalam negeri, sekitar 26,63 persen pemilih hadir dalam pemilu berisiko tinggi dan angka kehadiran ini merupakan jumlah tertinggi sejak pemilu tahun 1981.

Suasana di Prancis saat ini sedang tegang, dengan 30.000 polisi dikerahkan untuk mencegah terjadinya masalah dan para pemilih khawatir akan potensi guncangan pemilu yang akan mengubah lanskap politik.

Sebelumnya Presiden Emmanuel Macron menyerukan pemilihan umum dini tiga tahun lebih awal setelah kubunya dikalahkan dalam pemungutan suara Parlemen Eropa pada bulan Juni, sebuah pertaruhan yang tampaknya menjadi bumerang.

Partai sayap kanan, National Rally (RN), yang dipimpin Marine Le Pen, menang pada pemilu putaran pertama tanggal 30 Juni, dan berada di jalur untuk mengulangi prestasi tersebut pada pemilu putaran kedua pada 7 Juli.

Tapi Le Pen mungkin tidak memenangkan mayoritas langsung yang akan memaksa Macron untuk menunjuk pemimpin Partai RN, Jordan Bardella, 28 tahun, sebagai perdana menteri hanya beberapa pekan sebelum Paris menjadi tuan rumah Olimpiade.

Parlemen yang digantung dengan kontingen antiimigrasi dan anti-euro yang besar dapat melemahkan posisi Prancis di dunia internasional dan mengancam persatuan Barat dalam menghadapi invasi Russia ke Ukraina.

Para pejabat Uni Eropa, yang sudah belajar untuk berurusan dengan partai-partai sayap kanan yang berkuasa di Italia dan Belanda, saat ini sedang mengawasi Prancis dengan cermat.

Di Roma, Paus Fransiskus menyatakan bahwa hari pelaksanaan pemungutan suara di Prancis merupakan peringatan terhadap godaan ideologis dan populis, serta menambahkan bahwa demokrasi di dunia saat ini tidak berada dalam kondisi yang sehat.

Kemacetan Legislatif

Jajak pendapat sekarang memperkirakan bahwa RN akan gagal mencapai 289 kursi yang dibutuhkan untuk memperoleh mayoritas di Majelis Nasional yang memiliki 577 kursi, namun tetap menjadi partai terbesar.

Hasil seperti itu memungkinkan Macron membangun koalisi luas melawan RN dan mempertahankan Gabriel Attal sebagai perdana menteri sementara.

Namun hal ini juga bisa menjadi pertanda kelumpuhan politik dalam jangka waktu lama di Prancis, saat negara itu bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade mulai 26 Juli.

"Saat ini bahayanya adalah mayoritas didominasi oleh kelompok ekstrem kanan dan itu akan menjadi bencana besar," ungkap PM Attal dalam sesi wawancara terakhir sebelum pemilu dengan televisi Prancis pada 5 Juli lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.