Andy Murray Dapatkan Penghormatan Emosional Usai Tersingkir di Wimbledon
Jumat, 05 Jul 2024, 14:46 WIBLONDON - Andy Murray mendapat penghormatan emosional setelah turnamen terakhirnya di Wimbledon yang dimulai dengan kekalahan di ganda putra.
Juara Wimbledon dua kali asal Inggris, Murray, yang bermain bersama saudaranya Jamie, kalah 7-6(8/6) 6-4 dari John Peers/Rinky Hijikata yang menimbulkan kekecewaan pahit dari penonton di Centre Court.
Murray, juara Wimbledon tahun 2013 dan 2016, masuk di nomor ganda putra dan ganda campuran di All England Club setelah kehabisan waktu untuk kembali fit di nomor tunggal menyusul operasi punggung baru-baru ini.
Orang tua Murray, Judy dan Willie, berada di Centre Court bersama istri dan dua putri mereka.
Namun mantan petenis nomor satu dunia itu tidak bisa memberikan kemenangan yang didambakan para penggemar setianya. Pasangan tersebut gagal mengkonversi satu set point pada set pembuka dan dipatahkan dua kali pada set kedua.
Setelah kekalahan tersebut, penonton menyaksikan video yang menyoroti karier Murray, dengan penghormatan hangat diberikan oleh banyak bintang termasuk Roger Federer, Rafael Nadal dan mantan pasangan ganda campurannya Serena Williams.
Djokovic berada di tepi lapangan untuk menyaksikan malam emosional rival sepanjang kariernya itu menjadi sorotan bersama para pemain hebat di masa lalu termasuk John McEnroe dan Martina Navratilova.
"Begini, ini sulit karena saya ingin terus bermain tetapi saya tidak bisa," kata Murray sambil menangis saat wawancara di lapangan, seperti disiarkan AFP, Jumat.
"Secara fisik, ini terlalu sulit sekarang, semua cedera ini, mereka bertambah..."
"Saya ingin bermain selamanya, saya menyukai olahraga ini dan itu memberi saya begitu banyak hal. Ini memberi saya banyak pelajaran selama bertahun-tahun yang dapat saya gunakan selama sisa hidup saya. Saya tidak ingin berhenti, jadi ini sulit," ujar petenis berusia 37 tahun itu.
Kekalahan belum berarti akhir perjalanan Murray di Wimbledon karena ia juga dijadwalkan bermain di ganda campuran bersama rekan senegaranya asal Inggris dan mantan juara US Open Emma Raducanu.
Petenis asal Skotlandia, yang dilanda cedera dalam beberapa tahun terakhir, itu menargetkan Olimpiade di Paris, yang dimulai akhir bulan ini, sebagai turnamen terakhir dalam kariernya yang cemerlang.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Investor Masih Cemaskan Sinyak Hawkish The Fed, Simak Prediksi Rupiah Akhir Pekan Ini
-
Harga Emas di Pegadaian Sabtu (18/4): UBS Rp2.902.000, Antam Rp2.983.000, Galeri24 Rp2.873.000 per Gram
-
Melaju ke Semifinal Wimbledon Jadi Capaian Besar Belinda Bencic Usai Cuti Hamil
-
Hezbollah Tingkatkan Serangan Drone Serat Optik pada Tank-tank Israel
-
Alcaraz dan Sabalenka ke Putaran Kedua Wimbledon
-
Final Four Proliga 2026: Seri Ketiga di Semarang Dipastikan Berlangsung Ketat
-
Peluncuran QRIS Tap untuk transportasi Wisata Badui
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.