Pertumbuhan Produktif Nasional Tidak Mampu Kejar Beban Utang
📅 Kamis, 04 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPeneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shani Buana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, menyoroti bahwa banyak penyelenggara negara yang sudah tidak perduli dengan kondisi negara.
"Mereka sudah EGP, 'Emang Gue Pikirin', dengan kondisi negara. Akibat terlalu lama dibuat EGP lihat saja kondisinya seperti apa sekarang, beban utang sudah semakin tinggi," katanya.
Karena itu, solusinya adalah menghentikan atau memoratorium pembayaran bunga obligasi rekap. "Harus stand still. Sangat tidak masuk akal bank yang sudah mengemplang bantuan likuiditas Bank Indonesia selama 26 tahun terus kita bayar. Mana ada di dunia kreditur tiba-tiba menjadi debitur dan membagi dividen kepada pengemplang BLBI. Berapa lama keuangan negara bisa bertahan kalau kita bleeding terus-menerus seperti sekarang ini," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!