Dokter Paparkan Tiga Langkah Mudah Sembuhkan Luka Sunat
📅 Rabu, 03 Jul 2024, 20:43 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Sunat merupakan salah satu prosedur medis penting yang memiliki manfaat kesehatan jangka panjang bagi anak-anak laki-laki. Sirkumsisi atau sunat adalah suatu proses memotong ujung kulup atau kulit yang menutupi penis.
"Selain menjaga kebersihan dan kesehatan, sunat juga dapat mencegah berbagai penyakit menular. Namun masih banyak mitos yang beredar seputar perawatan luka pasca sunat," kata dr. Randy melalui siaran pers pada hari Rabu (3/7)
Ia menerangkan, perawatan luka sebenarnya sederhana yang bisa dilakukan dalam 3 langkah yaitu "Bersihkan, Lindungi, dan Sembuhkan." Bila terjadi luka maka disarankan untuk selalu ingat membersihkan luka dengan cairan antiseptik supaya tidak terjadi infeksi.
Membersihkan luka adalah langkah penting untuk proses penyembuhan luka secara optimal. Ketika kulit terluka, lapisan kulit pelindung menjadi rusak dan mengakibatkan kotoran dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh. Setiap luka dapat terinfeksi apabila tidak dibersihkan dengan benar sehingga membersihkan luka sangat disarankan untuk segala jenis luka termasuk luka sunat.
"Untuk memudahkan perawatan, kita bisa menggunakan antiseptiksprayyang mengandung Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) yang terbukti bisa membunuh bakteri dan mencegah infeksi. Kemudian lindungi luka dengan plester luka dan terakhir bila diperlukan penyembuhan yang lebih cepat, bisa menggunakan Salep Luka," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Produk Pembersih Luka
Senior Brand Manager Health Care PT Beiersdorf Indonesia Yosephine Carolline mengungkapkan, untuk melengkapi komitmen Hansaplast menghadirkan solusi perawatan luka yang terbaik dan terlengkap, telah hadir Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka. Produk ini berfungsi membersihkan luka dari kotoran dan bakteri dan mencegah luka dari infeksi tanpa rasa sakit yang mudah digunakan dalam bentuk semprotan untuk segala jenis luka.
Beberapa jenis luka yang dapat dibersihkan adalah luka akut, dan luka menyebabkan trauma, seperti luka sayat, luka abrasi, dan luka lepuh. Selanjutnya adalah luka setelah operasi, luka bakar tingkat satu dan dua minor, dan luka kronis seperti luka terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembalut luka dapat dibasahi dengan Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka agar mudah dilepas dan tidak sakit. Ketika merawat luka, hal yang paling tidak diinginkan adalah perawatan luka yang sakit," papar Yosephine.
Berbeda dengan obat lain seperti Iodine atau obat merah, Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka mencegah luka infeksi tanpa rasa sakit dan membersihkan luka dari kotoran dan bakteri secara lembut dan efektif sehingga membantah mitos yang dipercaya secara umum membersihkan luka secara efektif tidak harus sakit.
Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka tidak mengandung alkohol dan iodium, dan tidak akan memberikan sensasi terbakar, perih dan tidak membuat kulit kering. Inilah alasan produk tersebut cocok untuk anak-anak dan kulit sensitif. Mereka hanya akan terkejut dengan sensasi antiseptik dan tidak merasakan sakit.
Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka mengandung PHMB atau biasa disebut Polyhexanide. Zat ini digunakan oleh dokter di rumah sakit di seluruh dunia. Keunggulan PHMB dibandingkan dengan antiseptik lain adalah efektif melawan kuman dan bakteri, termasuk MRSA, sangat ramah di kulit, ditoleransi baik oleh kulit, dan mendukung penyembuhan luka.
Menurut Yosephine para ahli telah menyatakan PHMB lebih baik dibandingkanpovidone-iodineuntuk perawatan luka akut dan luka kronis." PHMB juga dinyatakan sebagai pilihan antiseptik untuk luka kronis dan luka bakar dalam Consensus on Wound Antiseptics: Update 2018 in Skin Pharmacology and Physiology.
Tampilan Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka jernih, tidak berwarna,dan tidak berbau. Sementara, produk tradisional lainnya yang mengandung iodium berwarna coklat atau merah. Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka tidak berwarna atau transparan. Tidak akan meninggalkan noda pada kulit atau pakaian sehingga memudahkan mencuci pakaian si kecil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!