18 Tewas dalam Sejumlah Serangan Bunuh Diri di Nigeria

Minggu, 30 Jun 2024, 08:36 WIB

KANO -Setidaknya 18 orang tewas dan 19 orang terluka parah dalam serangkaian serangan bunuh diri di timur laut Nigeria pada hari Sabtu (29/6), kata layanan darurat.

Dalam salah satu dari tiga ledakan di kota Gwoza, seorang penyerang perempuan dengan bayi diikat di punggungnya meledakkan bahan peledak di tengah upacara pernikahan, menurut juru bicara polisi.

Ket. Foto: Tangkapan layar dari video yang diposting di media sosial oleh Radio Nigeria menunjukkan kehancuran setelah serangan bunuh diri yang menargetkan acara pernikahan di Gwoza, negara bagian Borno, Nigeria pada hari Sabtu. — Sumber: Arab News/X/@radionigeriahq

Serangan lainnya di kota perbatasan di seberang Kamerun menargetkan sebuah rumah sakit dan pemakaman bagi para korban ledakan pernikahan sebelumnya, kata pihak berwenang.

Setidaknya 18 orang tewas dan 42 lainnya terluka dalam serangan itu, menurut Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Borno (SEMA).

"Sejauh ini, 18 kematian yang terdiri dari anak-anak, pria, wanita, dan wanita hamil" telah dilaporkan, kata Barkindo Saidu, kepala SEMA, dalam sebuah laporan yang dilihat oleh AFP.

Sembilan belas orang yang "terluka parah" dibawa ke ibu kota daerah Maiduguri, sementara 23 lainnya menunggu evakuasi, kata Saidu dalam laporan itu.

Seorang anggota milisi yang membantu militer di Gwoza mengatakan dua rekannya dan seorang prajurit juga tewas dalam serangan lain di pos keamanan, meskipun pihak berwenang belum segera mengkonfirmasi jumlah korban ini.

Militan Boko Haram merebut Gwoza pada tahun 2014 ketika kelompok tersebut mengambil alih sebagian wilayah di Borno utara.

Kota itu direbut kembali oleh militer Nigeria dengan bantuan pasukan Chad pada tahun 2015 tetapi kelompok itu sejak itu terus melancarkan serangan dari pegunungan dekat kota itu.

Boko Haram telah melakukan penggerebekan, membunuh laki-laki, dan menculik perempuan yang bepergian ke luar kota untuk mencari kayu bakar dan buah akasia.

Kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 40.000 orang dan membuat sekitar dua juta orang mengungsi di timur laut Nigeria.

Konflik tersebut telah menyebar ke negara tetangga Niger, Kamerun, dan Chad, yang mendorong pembentukan koalisi militer regional untuk memerangi militan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.