Risma Ajak Kampus Ciptakan Ruang Setara bagi Disabilitas
Rabu, 26 Jun 2024, 06:40 WIBMenteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengajak kampus untuk memberikan berbagai peluang setara bagi penyandang disabilitas guna pengembangan diri sekaligus peningkatan kesejahteraan hidup.
Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta pada Selasa (25/6), Mensos Risma menyampaikan ajakan tersebut dalam diskusi bertajukReflektif Penanganan Disabilitas secara Inklusif, Holistik, dan Integratifbersama Disability Innovation Center (DIC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
"Sebagai penyelenggara, kita harus memberikan ruang yang sama, medan yang sama bagi seluruh makhluk di dunia ini. Maka itu baru adil," ujar Risma.
Mensos pun mengungkapkan rasa prihatin atas cap yang masih kerap diberikan kepada penyandang disabilitas bahwa mereka hanya bisa menguasai keterampilan tertentu.
Peluang dan pelatihan bagi penyandang disabilitas, lanjut Mensos, haruslah dibuka seluas-luasnya tanpa membatasi jenis disabilitas, dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan penyandang disabilitas sehingga tidak terikat pada jenis pelatihan tertentu.
"Jangan diartikan seorang disabilitas hanya punya kapasitas itu saja. Disabilitas netra hanya bisa main musik atau pijat," ucap Mensos Risma.
Dalam audiensi yang dihadiri oleh perwakilan Unesa, Komisi Nasional Disabilitas (KND), dan jajaran Kemensos, Mensos Risma juga mengingatkan bahwa membantu disabilitas merupakan kewajiban sebagai sesama manusia, terlebih lagi jajaran Kemensos yang memang bergerak di bidang tersebut.
Selain itu Mensos Risma pun mengimbau untuk terus belajar mengenai penanganan disabilitas.
Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang IV Unesa, Dr Martadi, menyambut baik itikad Mensos Risma tersebut. Martadi menyebutkan pihaknya selalu siap mendukung dan membantu Kemensos dalam upaya penanganan disabilitas.
"Kami siap mendorong mahasiswa kami untuk MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), mahasiswa kami untuk magang di rumah sosial atau di sentra-sentra Kemensos selama 4 hingga 5 bulan," ujar dia.
Martadi pun berharap program magang ini bisa membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki kepedulian kepada penyandang disabilitas. hay/Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara, Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan Bayar PBB-P2 2026 Mulai April
-
Kementan: Mesin Pertanian Mulai Beralih ke Energi Terbarukan
-
Lebaran Makin Seru, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Hadirkan Food & Art Fest
-
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Bakal Bangun Pasar Induk Modern
-
Prabowo Kunjungi Jepang, Perkuat Kerja Sama Strategis dari Perdagangan hingga Teknologi
-
Kemenperin Musnahkan Ribuan Unit APAP Tanpa SNI
-
Gerakan Ayo Bersepeda Diluncurkan Bupati Gowa, ASN Diajak Kurangi Kemacetan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.