Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

HUT ke-497, Sejarah Jakarta Divisualisasikan dalam Tarian Kolosal di Monas

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
HUT ke-497, Sejarah Jakarta Divisualisasikan dalam Tarian Kolosal di Monas Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Tangkapan layar penari yang mengangkat kisah sejarah singkat Jakarta dalam Upacara Peringatan HUT Ke-497 Kota Jakarta, di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2024).

JAKARTA - Sejarah Jakarta yang divisualisasikan ke dalam tari kolosal menjadi bagian dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-497 Kota Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/6).

Visualisasi itu dibalut dalam tarian kolosal oleh para penari binaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Sembari penari beraksi, tiga wanita yang pernah menjadi Nona Jakarta, yakni Maudy Koesnaedi, Alya Rohali dan Valerina Daniel secara bergantian membacakan narasi kisah kota yang tahun ini kali terakhir menyandang status Ibu Kota Negara (IKN).

Maudy mengisahkan tentang Jakarta yang sempat berganti-ganti nama, dimulai dari Sunda Kelapa pada masa Kerajaan Tarumanegaradan Kerajaan Demak. Sunda Kelapa menjadi pelabuhan penting dengan SungaiCiliwung sebagai jalur utamanya.

Wilayah ini juga sempat diduduki Portugis yang akhirnya dipukul mundur oleh panglima pasukan Demak, Fatahillah. Sunda Kelapa kemudian berganti nama menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan sempurna.

Jayakarta pernah direbut oleh perusahaan Belanda VOC yang dipimpin Jan Pieterszoon Coen dan mengubah nama wilayah menjadi Batavia.

Kisah Batavia, kemudian berlanjut pada masa Perang Dunia Ke-II yang kala itu diambilalih militer Jepang dari Belanda. Jepangmengganti nama menjadi Tokubetshu Shi yang berarti menjauhkan perbedaan.

Lalu, usai Jepang menyerah tanpa syarat, pada 17 Agustus 1945, Jakarta menjadi tempat dikumandakannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan secara langsung oleh Presiden Soekarno.

Selain soal nama, kisah Jakarta berlanjut pada para pemimpinnya, dimulai dari Suwirjo yang ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Wali Kota Jakarta Raya pertama pada 23 September 1945. Pada tahun 1964, Jakarta ditetapkan sebagai Ibu Kota Indonesia.

Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta terus melakukan pembangunan pesat baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya. Perkembangan pembangunan Jakarta pada masa berikutnya dipimpin oleh Wali Kota Sjamsuridjalyang kemudian dilanjutkan olehSudiro.

Selanjutnya, para gubernur, yakni Sumarno Sosroatmodjo, Henk Ngantung, Ali Sadikin, Tjokropranolo, Suprapto, Wiyogo AtmodarmintodanSurjadi Sudirdja.

Kemudian, Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan hingga saat ini dipimpin oleh Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) DKI Jakarta.

Saat ini, Jakarta melangkah untuk berada sejajar dengan kota-kota metropolitan di dunia. Lalu, sebagai kontributor perekonomian nasional, Jakarta terus menjaga tingkat inflasi tahunan melalui operasi pangan murah hingga sidak pasar.

Kemudian, dengan berpindahnya IKN, Jakarta akan terus melaju dengan pesonanya melahirkan reformasi kebijakan yang inklusif dengan meningkatkan kualitas hidup warga.

"Dengan komitmen yang kuat, Jakarta akan terakselarasi langkahnya sebagai kota global, menjadi pusat kekuatan ekonomi, pariwisata, budaya dan inovasi di Asia Tenggara," demikian akhir narasi tentang Jakarta.

Sementara itu, Heru Budi yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan rasa memiliki warga yang kuat terhadap Jakarta telah mengantarkan kota ini menjalani peran baru di usia barunya.

"Sebagai sebuah kota, Jakarta telah melalui perjalanan sejarah yang panjang, dimulai dari pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa hingga menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia," kata dia.

Heru mengatakan, dengan segala dinamika dan tantangannya, Jakarta menjadi tujuan para pendatang untuk meraih peluang dan mewujudkan mimpi atas kehidupan yang lebih baik.

"Tekad untuk meraih asa itulah yang mendorong Jakarta terus tumbuh dan berkembang mencapai potensi terbaiknya dalam mewujudkan kesejahteraan warganya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.