- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia dan Vietnam Sepakat...
Russia dan Vietnam Sepakat Perkuat Hubungan
Jumat, 21 Jun 2024, 02:10 WIBHANOI - Russia dan Vietnam pada Kamis (20/6) sepakat untuk memperdalam hubungan ketika Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan kenegaraan yang bertujuan untuk memperkuat aliansinya guna melawan semakin terisolasinya Moskwa atas perang di Ukraina.
Putin melakukan perjalanan ke Vietnam, sekutu dekat Moskwa sejak masa Perang Dingin, usai melakukan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
"Kedua belah pihak ingin meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, serta membahas bagaimana menghadapi tantangan keamanan non-tradisional berdasarkan hukum internasional, demi perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia," kata Presiden Vietnam, To Lam, kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Putin.
Pada kunjungan itu, Lam dan Putin menandatangani sekitar selusin perjanjian kerjasama mulai dari pendidikan hingga keadilan dan proyek nuklir sipil.
Putin mengatakan kepada wartawan bahwa perundingannya dengan Lam tersebut bersifat konstruktif dan bahwa kedua belah pihak memiliki posisi yang sama atau sangat dekat mengenai isu-isu utama internasional.
Moskwa telah menjadi pemasok senjata utama Vietnam selama beberapa dekade, menyumbang lebih dari 80 persen impor antara tahun 1995 dan 2023, namun transaksi perdagangan bilateral telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena semakin intensifnya sanksi internasional terkait konflik Ukraina.
Kunjungan Putin ke Asia terjadi ketika negara-negara Barat meningkatkan sanksi yang bertujuan membatasi perang Russia di Ukraina.
Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Uni Eropa, mengumumkan sanksi baru selama sepekan terakhir, sementara G7 setuju untuk menggunakan keuntungan dari aset Russia yang dibekukan untuk memberikan pinjaman baru sebesar 50 miliar dollar AS kepada Kyiv.
Vietnam telah abstain dalam pemungutan suara PBB yang mengutuk invasi Russia ke Ukraina, dan dalam sebuah opini di surat kabar Nhan Dan, Putin berterima kasih kepada Hanoi atas sikapnya yang seimbang terhadap krisis Ukraina. SB/AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Laris Manis: Vietnam Sudah Diserbu 10,6 Juta Turis Asing dalam Lima Bulan
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Gebrakan Baru Ilmuwan Tiongkok Ciptakan Foil Tembaga Baru
-
Bayer Ekspor Perdana 30 Ton Benih Jagung Bioteknologi ke Vietnam
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Latihan Gabungan dalam Penanganan Kebakaran di TPA Rawa Kucing
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.