IHSG Hari Ini Menguat, Reli Saham Properti Angkat Sentimen Pasar

Selasa, 07 Jul 2026, 17:28 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditopang oleh saham sektor properti mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap prospek industri tersebut di tengah membaiknya sentimen pasar.

Kenaikan saham-saham properti umumnya dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga, peningkatan permintaan, maupun prospek investasi yang lebih kondusif.

Ket. Foto: Ilustrasi-Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso.

Meski demikian, keberlanjutan penguatan IHSG tetap akan bergantung pada perkembangan faktor eksternal, arah kebijakan moneter, serta kinerja fundamental emiten yang menjadi penopang utama pasar.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7) sore, ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19 persen ke posisi 5.986,50 ditopang oleh penguatan saham-saham sektor properti.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,44 poin atau 1,79 persen ke posisi 549,92.

"IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, saham-saham sektor properti mencatatkan kenaikan dengan IDXProperty menguat 3,03 persen, ditambah dua saham Initial Public Offering (IPO) yang mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) juga menopang penguatan indeks.

Selain itu, Ratna menyebut sentimen positif juga datang dari data cadangan devisa (cadev) Juni 2026 yang ​​​​bertambah menjadi 145,6 miliar dolar AS pada Juni 2026 dari sebelumnya 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Kemudian, sentimen lainnya yaitu usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027.

"Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking," ujar Ratna.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan risalah rapat The Fed atau Minutes of Meeting FOMC yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu (08/07) waktu AS. Risalah berisi rangkuman detail dari diskusi, proyeksi ekonomi, dan alasan di balik keputusan kebijakan moneter The Fed.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,42 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,54 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni COCO, TRUS, MMIX, LAPD dan LUCY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.658.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,22 miliar lembar saham senilai Rp10,13 triliun. Sebanyak 450 saham naik, 222 saham menurun dan 289 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,04 persen ke 68.315,00, indeks Shanghai melemah 1,26 persen ke 3.990,924, indeks Hang Seng melemah 0,51 persen ke 23.496,89, dan indeks Strait Times menguat 1,43 persen ke 5.335,00.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.