Wali Kota Bandung Tegaskan Faskes Wajib Utamakan Layani Pasien
Selasa, 07 Jul 2026, 17:28 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung. Tidak boleh ada pasien yang ditolak hanya karena persoalan administrasi maupun status pembiayaan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Farhan usai melantik 105 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (7/7).
Menurut Wali Kota Farhan, penguatan jabatan fungsional bidang kesehatan melalui pelantikan kali ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia pun mengingatkan, tenaga kesehatan harus lebih dahulu memberikan pertolongan kepada pasien sebelum mengurus administrasi.
"Paling utama adalah pelayanan. Tangani dulu pasiennya sampai stabil, baru administrasinya diselesaikan," ujar dia.
Wali Kota Farhan menilai sangat tidak adil apabila seseorang yang berada dalam kondisi darurat masih harus ditanya mengenai metode pembayaran sebelum memperoleh tindakan medis.
"Jangan sampai pasien yang kondisinya gawat masih ditanya mau BPJS atau umum. Itu tidak boleh terjadi. Pelayanan harus didahulukan," tegas dia.
Ia kemudian memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak akan mentoleransi fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Bagi rumah sakit daerah maupun puskesmas milik pemerintah, pelanggaran tersebut dapat berujung pada sanksi berat hingga pemberhentian terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Sedangkan untuk rumah sakit swasta, Pemkot Bandung akan mengevaluasi izin operasional apabila terbukti melakukan penolakan terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan medis.
"Kalau terjadi di fasilitas kesehatan pemerintah, ancamannya bisa pemberhentian. Kalau rumah sakit swasta, izinnya akan kami review," kata dia.
Wali Kota Farhan berharap, seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik, khususnya tenaga kesehatan, dapat mengedepankan profesionalisme dan nilai-nilai pelayanan publik dalam menjalankan tugasnya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan tanpa diskriminasi merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Jakpreneur Luncurkan Gang Dagang, UMKM Jakarta Kini Belajar Bisnis Lewat Gim
-
Rupiah Hari Ini Tertekan, Ancaman Inflasi AS Bikin Pasar Global Bergejolak
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.