Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sandiaga Nilai Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sandiaga Nilai Indeks Pariwisata Dapat Dongkrak Investasi Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menilai peningkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) Indonesia dapat mendongkrak minat investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Sekarang investor melihat posisi kita di mana. Indonesia sekarang sudah berada di atas Belgia, New Zealand, dan Turki, jauh di atas ekspektasi," ujar Sandiaga Uno dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (19/6).

Dikutip dari Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 oleh World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati peringkat ke-22 global, naik 10 peringkat apabila dibandingkan dengan TTDI 2021 yang berada di posisi ke-32 global. Sedangkan, pada TTDI 2024, Belgia berada di peringkat ke-23, New Zealand berada di peringkat ke-25, serta Turki yang berada di peringkat ke-29.

"Jadi investasi yang kita lihat akan pasti meningkat.Insyaallah, jumlah tenaga kerja pariwisata juga akan meningkat dan dampak ekonominya akan semakin besar," ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga memaparkan lima pilar unggulan yang dimiliki Indonesia berdasarkan TTDI 2024. Kelima pilar tersebut adalahprioritization of T&Tatau bagaimana pemerintah menempatkan perjalanan atau travel dan pariwisata sebagai prioritas dalam pembuatan kebijakan; selanjutnya pilarT&T Demand Sustainabilityatau keberlanjutan permintaan terhadap jasa travel dan pariwisata.

Pilar unggulan ketiga adalah sumber daya alam, diikuti pilar unggulan keempat yaknisocio-economic impact atau dampak sosial-ekonomi, serta pilar kelima yaknicultural resourcesatau sumber daya kebudayaan.

"Socio-economic impactkarena kita (pariwisata) sudah 4 persen dampaknya kepada GDP, sementara lapangan kerjanya sudah 25 juta, mendekati," kata Sandiaga.

Meskipun demikian, Menparekraf juga menyoroti terdapat lima pilar lainnya yang membutuhkan perhatian, yakni pilar kesehatan dan sanitasi; pilar layanan wisatawan dan infrastruktur; pilar kesiapan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu juga terdapat pilaropenness to T&Tatau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata, dalam hal ini kemudahan wisatawan untuk memasuki Indonesia; dan pilar kelima yakni sumber daya manusia dan pasar tenaga kerja, serta keberlanjutan lingkungan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.