Warga Mukomuko Minta Pemerintah Bangun Jembatan Rusak
Senin, 17 Jun 2024, 19:19 WIBMUKOMUKO - Warga Desa Pasar Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berharap pemerintah membangun jembatan yang rusak akibat berusia tua dan terdampak banjir di wilayah itu, agar bisa dilalui kendaraan roda empat yang mengangkut hasil panen tandan buah segar kelapa sawit.
Jembatan fondasi beton dan material papan yang rusak ini selain akses jalan untuk mengeluarkan hasil panen sawit dan penghubung dengan Desa Retak Ilir, Desa Manunggal Jaya, Desa Tanjung Medan.
"Jembatan ini merupakan akses orang mengangkat sawit. Karena kondisi jembatan tersebut rusak jadi terpaksa mengangkat sawit satu untuk menyeberangi jembatan," kata Kepala Desa Pasar Ipuh Anang saat ditemui di Desa Pasar Ipuh, Senin.
Ia mengatakan, sepeda motor hanya mampu membawa sedikit demi sedikit buah sawit ke tepi jembatan, karena kalau banyak muatan buah sawit di atas motor, bisa kacau, dan bisa jebol lantai jembatan tersebut.
Dia menilai, sangat wajar saat ini jembatan tersebut rusak karena usia jembatan tersebut sudah puluhan tahun dan sampai sekarang belum ada pembangunan jembatan penghubung tersebut.
Ia mengatakan, aspirasi warga terutama yang punya kebun kelapa sawit di wilayah ini sudah sering disampaikan kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan.
Menurutnya, dengan kondisi jembatan yang ada sekarang ini, yang menggunakan besi pelat saja lalu diberikan papan membuat jembatan menjadi tidak tahan karena besi cepat sekali karatan.
Dia mengatakan, dulu ada jembatan darurat dari bahan pohon kelapa yang dibangun di sebelah jembatan tersebut, setelah itu jembatan itu hanyut dibawa banjir.
Untuk itu, katanya lagi, warga di wilayah ini dan desa lain di Kecamatan Ipuh berharap pemerintah membangun jembatan permanen selain demi kelancaran transportasi darat dari desa ini ke sejumlah desa lain dan untuk mengeluarkan hasil panen sawit.
Ketiadaan jembatan permanen di wilayah ini, menurutnya, membuat biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh kalangan petani sawit di desa ini dan desa lain di Kecamatan Ipuh menjadi mahal.
Sementara itu, ia mengatakan, saat ini Desa Pasar Ipuh terdiri atas 186 kepala keluarga dan lebih dari sebanyak 800 jiwa.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pasokan dan Harga Pangan di Jawa Barat Stabil Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025
-
Destinasi wisata Wih Ni Kulus rusak akibat bencana
-
KKP Tegaskan Larangan Perdagangan Pulau di Indonesia
-
Memprioritaskan 33 Jembatan yang Rusak di Garut untuk Menunjang Aktivitas Warga
-
Trump dan Albanese Tandatangani Kesepakatan Tanah Jarang, Kurangi Ketergantungan dengan Tiongkok
-
Hindari Larangan AS, TikTok Bentuk Usaha Patungan, Mayoritas Saham Dimiliki Amerika
-
Kemampuan Petugas Damkar Terus Diasah
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.