- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump dan Albanese Tandata...
Trump dan Albanese Tandatangani Kesepakatan Tanah Jarang, Kurangi Ketergantungan dengan Tiongkok
Selasa, 21 Okt 2025, 09:36 WIBWASHINGTON â Presiden AS Donlad Trump dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese  pada hari Senin (20/10) menandatangani perjanjian baru untuk meningkatkan kerja sama di bidang tanah jarang dan mineral penting, bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok untuk bahan industri utama.
Di Gedung Putih, Trump mengatakan kesepakatan itu telah digarap selama beberapa bulan. Albanese menyebutnya sebagai "jaringan pipa senilai $8,5 miliar yang siap beroperasi", dengan kedua negara masing-masing berkomitmen sebesar US$1 miliar selama enam bulan ke depan untuk proyek-proyek bersama, termasuk pemrosesan mineral.
âAmerika Serikat dan Australia bersama-sama memperkuat keamanan energi dan teknologi kami,â kata Trump.
Perjanjian Mineral Kritis
Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara akan berinvestasi lebih dari $3 miliar pada proyek mineral penting dalam enam bulan ke depan, sementara Pentagon juga akan berinvestasi di kilang Gallium di Australia, kata Gedung Putih dalam lembar fakta.
Australia juga akan meningkatkan keseluruhan investasinya di Amerika Serikat hampir $1 triliun, sehingga totalnya menjadi $1,44 triliun pada tahun 2035, katanya.
Kesepakatan ini muncul saat Tiongkok memperketat kendali atas pasokan logam tanah jarang global. Material ini penting untuk kendaraan listrik, mesin pesawat terbang, dan sistem persenjataan canggih. Meskipun Tiongkok memiliki cadangan terbesar di dunia, Australia juga merupakan produsen utama dan sedang berupaya memperluas kapasitas penyulingannya.
Diskusi AUKUS
Kedua pemimpin juga membahas kesepakatan kapal selam AUKUS, pakta pertahanan yang pertama kali disetujui pada tahun 2023 di bawah mantan Presiden Joe Biden, yang akan membuat Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir buatan AS pada tahun 2032 sebelum memproduksi kelas baru dengan Inggris.
Menteri Angkatan Laut AS John Phelan mengatakan kedua negara âbekerja sama erat untuk meningkatkan kerangka kerja AUKUS yang asliâ dan untuk mengklarifikasi âbeberapa ambiguitasâ dalam perjanjian sebelumnya.
Trump mengatakan: âSeharusnya tidak ada klarifikasi lagi â kami terus melaju kencang, membangun.â
Canberra menekankan pihaknya memenuhi komitmennya, menjanjikan A$2 miliar (US$1,3 miliar) tahun ini untuk memperluas galangan kapal selam AS dan bersiap untuk memelihara kapal selam kelas Virginia di pangkalan angkatan lautnya mulai tahun 2027.
Hubungan dengan Tiongkok
Sembari mempererat hubungan keamanan dan ekonomi dengan Washington, Australia tetap bergantung pada Tiongkok sebagai mitra dagang terbesarnya. Ekspor bijih besi dan batu bara tetap menjadi pilar utama perekonomiannya meskipun ada dorongan baru-baru ini untuk mendiversifikasi pasar setelah Beijing memboikot sementara produk-produk Australia antara tahun 2020 dan 2023.
Albanese mengatakan kemitraan dengan AS akan tetap âkooperatif, profesional, dan semoga hangat,â menyebut kesepakatan mineral baru ini sebagai âkemenangan bagi ekonomi dan keamanan kedua negara.â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ormas jadi Mitra Strategis Pemkab Belitung
-
Sidang Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota DPR
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Bidik Tiga Poin Lawan Elche Demi Pangkas Jarak dari Barcelona
-
Jejak Perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin dan Sultan Bima XIV Diakui Sebagai Pahlawan Nasional
-
Dorong Pertumbuhan, Perhapi: Pengembangan Manufaktur Berbasis Mineral Kritis Belum Optimal!
-
PMI Naik ke 51,2: Industri RI Tumbuh di Tengah Lesunya Permintaan Global
-
Siswa TK Lakukan Kunjungan Edukatif ke Panti Sosial di Temanggung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.