Sapi Limousin Banyak Dibeli Pejabat untuk Hewan Kurban di Jakarta
📅 Minggu, 16 Jun 2024, 08:29 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk memastikan sapi dalam keadaan yang sehat, Agung mengatakan bahwa semua sapi yang dijual telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan yang dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan dan Peternakan Jakarta Timur.
"Alhamdulillah setiap sapi yang tiba diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan Peternakan dari Jakarta Timur," kata Agung.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melepas 83 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi sehat saat pemotongan pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban itu dilepas oleh Wali Kota Jaktim M Anwar yang ditandai dengan pemakaian jas putih kedokteran di Kantor Wali Kota Jaktim, Cakung, Rabu (12/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kegiatan ini tiap tahun kita lakukan untuk memastikan semua hewan kurban yang disembelih dan dikonsumsi oleh masyarakat dalam keadaan sehat dan tidak berdampak bagi kesehatan warga yang mengkonsumsi," kata Anwar.
Menurut dia, masyarakat tidak mengerti apakah hewan itu dalam sehat atau tidak. Mereka hanya melihat gestur (gerak tubuh) tubuh hewan tersebut tapi ketika di sembelih di dalamnya banyak cacing di bagian hati dan paru.
"Ini sangat membahayakan. Biasanya petugas melihat hati dan paru seperti itu akan dikesampingkan dan tidak boleh dikonsumsi," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia pun mengingatkan kepada petugas kesehatan yang diterjunkan ke-10 kecamatan dan 65 kelurahan di Jakarta Timur untuk memastikan kesehatan hewan kurban dengan seksama, sehingga daging yang dihasilkan daging yang aman, sehat dan halal untuk dikonsumsi.
"Kita pastikan hewan kurban yang disembelih dalam keadaan sehat. Kalau tidak sehat, tolong sampaikan bahwa hewan kurban ini tidak layak untuk dikonsumsi. Kalau perlu kembalikan ke pedagang. Jangan sampai petugas merasa tidak enak. Jangan, ada kata enggak enak, lebih baik dicegah dari pada warga mengkonsumsi daging itu yang berdampak penyakit pada tubuhnya," papar Anwar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!