Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Zoonosis, Penjual Hewan Kurban Harus Perhatikan Kebersihan Lapak

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 10:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Zoonosis, Penjual Hewan Kurban Harus Perhatikan Kebersihan Lapak Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi- Lapak penjual hewan kurban yang ada di Kota Bandarlampung.

BANDARLAMPUNG - Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung Anwar Fuadi mengimbau penjual hewan kurban di wilayah itu terus menjaga kebersihan lapak guna mencegah penularan penyakit zoonosis pada ternak.
"Untuk mencegah penyakit zoonosis pada hewan kurban tentu banyak hal yang harus dilakukan, terutama bagi peternak di daerah sentra ternak dan penjual, dalam upaya meningkatkan kesehatan calon hewan kurban sejak dua sampai tiga bulan yang lalu," ujar Anwar Fuadi di Bandarlampung, Kamis (13/6).

Ia mengimbau peternak agar selalu menjaga kebersihan lapak hewan kurbanuntuk mencegah penularan penyakit zoonosis.

"Debu, panas, hujan akan mengganggu kesehatan hewan kurbandan kami berharap kepada penjual yang menyiapkan lapak untuk memperhatikan kebersihan penjualan. Sebab kadang ditemukan lapak yang tidak ideal dijadikan tempat tinggal ternak sebelum dipindahkan ke pembeli," katanya.

Dia menjelaskan persiapan yang penting lainnya sebagai upaya menjaga kelayakan hewan kurban adalah dengan melakukan perawatan hewan kurban pada saat penjualan.

"Perawatannya itu seperti memberikan pakan yang baik, diberi obat cacing, vitamin, dan biasanya ternak sudah diberi vaksin yang tahan terhadap beberapa penyakit seperti penyakit mulut dan kuku," ucapnya.Bila dilihat dari hulunya, kata dia,juga dilakukan pengetatan lalu lintas ternakagar tidak ada ternak yang tidak layak dijadikan hewan kurban lolos sampai ke lapak penjual.

"Kepada peternak jangan sungkan bila nanti ada hewan kurban yang kondisinya menurun atau sakit bisa dilaporkan langsung ke dokter hewan atau petugas pemeriksa. Kalau hewan kurban di lapak dinyatakan layak, kami dan petugas pemerintah baik kota atau provinsi akan memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.