Kekayaan Taipan Dunia Melonjak karena Kenaikan Harga Saham

Kamis, 06 Jun 2024, 00:04 WIB

PARIS - Menurut sebuah penelitian perusahaan konsultan Capgemini yang diterbitkan pada Rabu (5/6), dunia tidak pernah memiliki begitu banyak orang kaya, dan investasi mereka di pasar saham yang melonjak telah menjadikan mereka lebih kaya dari yang pernah tercatat.

Dikutip dariThe Straits Times, Laporan Kekayaan Dunia tahunan Capgemini, menyebutkan, jumlah high net worth individual (HNWI) yang didefinisikan sebagai orang-orang dengan aset likuid minimal 1 juta dollar AS,meningkat sebesar 5,1 persen pada tahun 2023 menjadi 22,8 juta.

Ket. Foto: Total kekayaan mereka mencapai 86,8 triliun dolar AS pada tahun 2023, meningkat 4,7 persen dari tahun sebelumnya. — Sumber: istimewa

"Total kekayaan mereka mencapai 86,8 triliun dolar AS pada tahun 2023, meningkat 4,7 persen dari tahun sebelumnya," katanya.

Jumlah HNWI dan total kekayaannya merupakan yang tertinggi sejak Capgemini memulai studi tahunan pada tahun 1997. Kekayaan mereka meningkat seiring melonjaknya pasar saham.

Nasdaq yang sarat teknologi di New York melonjak 43 persen pada tahun 2023, sementara S&P 500 yang berbasis luas naik 24 persen. Paris CAC 40 tumbuh 16 persen, sedangkan Frankfurt DAX naik 20 persen.

"Jumlah HNWI dan kekayaan mereka masing-masing turun lebih dari 3 persen pada tahun 2022, tahun yang penuh dengan ketidakpastian makroekonomi dan ketegangan geopolitik," kata laporan itu.

Pertumbuhan Ekonomi

Penurunan kekayaan mereka merupakan yang tertajam dalam satu dekade terakhir seiring anjloknya ekuitas. "Namun, tahun 2023 membawa pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keuntungan bagi sektor-sektor investasi besar untuk membalikkan penurunan tersebut," kata laporan itu.

"Meskipun ketidakpastian suku bunga dan imbal hasil obligasi terus meningkat, ekuitas melonjak seiring dengan kenaikan pasar teknologi, didorong oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatau atau Artificial Intelligence (AI) generatif dan potensi dampaknya terhadap perekonomian."

Meningkatnya kekayaan dan ketidaksetaraan di dunia telah memicu perdebatan mengenai kewajiban masyarakat kaya membayar pajak secara adil.

Brasil dan Prancis telah mendesak negara-negara G-20 lainnya untuk menetapkan pajak minimum global terhadap orang-orang terkaya di dunia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.