- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Leo XIV Serukan Perda...
Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia dan Doa untuk Ukraina serta Timur Tengah
Rabu, 20 Agu 2025, 20:15 WIBJAKARTA â Paus Leo XIV kembali menyerukan pentingnya perdamaian global dalam pidatonya di Audiensi Umum mingguan yang digelar di Aula Paulus VI, Vatikan, pada Rabu (20/8). Ia menegaskan bahwa konflik bersenjata yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, terutama di Ukraina dan Timur Tengah, membutuhkan perhatian dan doa seluruh umat beriman.
Dalam kesempatan itu, Paus mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam doa dan puasa bersama pada Jumat, 22 Agustus mendatang. Seruan ini ditujukan agar umat dapat memohon kepada Tuhan demi terwujudnya perdamaian sejati yang mampu meredakan segala bentuk kekerasan dan peperangan.
âSaya meminta Anda untuk memasukkan dalam intensi Anda permohonan akan anugerah perdamaian â perdamaian yang melucuti dan melucuti senjata â bagi seluruh dunia, terutama bagi Ukraina dan Timur Tengah,â ujar Paus Leo XIV, sebagaimana dikutip dari Vatican News.
Sebelumnya, pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut telah beberapa kali mengeluarkan seruan serupa terkait perang di Ukraina yang masih berkecamuk. Ia juga menyoroti konflik di Jalur Gaza dan menyerukan gencatan senjata segera agar korban sipil tidak terus berjatuhan.
Situasi di Gaza sendiri kian memburuk sejak Israel melanjutkan operasi militernya pada Oktober 2023. Data kemanusiaan menunjukkan lebih dari 62.000 orang tewas akibat serangan, sementara ribuan lainnya terjebak dalam krisis pangan akut yang menyebabkan kematian karena kelaparan.
Kondisi ini diperparah dengan hancurnya sebagian besar infrastruktur di daerah kantong tersebut, termasuk rumah sakit, sekolah, dan pusat distribusi bantuan. Gaza kini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern, dengan jutaan orang terancam tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.
November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer yang dilakukan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di wilayah Gaza. Proses hukum ini menjadi sorotan dunia internasional karena dapat menentukan arah kebijakan Israel di masa depan, khususnya terkait operasi militernya.
Di sisi lain, perang di Ukraina juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Pertempuran yang berlangsung di berbagai wilayah menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.
Paus Leo XIV menekankan bahwa kedua konflik besar tersebut bukan hanya menjadi masalah regional, melainkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas global. Menurutnya, jalan menuju perdamaian hanya bisa dicapai dengan dialog, penghentian kekerasan, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Seruan doa dan puasa bersama pada 22 Agustus menjadi bagian dari upaya Paus untuk menyatukan umat Katolik dan seluruh masyarakat dunia. Dengan persatuan doa, diharapkan ada energi spiritual yang mampu mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Paus menegaskan bahwa doa memiliki kekuatan besar untuk mengubah hati manusia, termasuk para pemimpin dunia yang terlibat dalam konflik. Ia berharap dengan intensi yang sama, seluruh umat dapat menjadi agen perdamaian yang menolak segala bentuk kekerasan.
Seruan tersebut juga menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata selalu membawa penderitaan panjang, terutama bagi kaum rentan seperti anak-anak, perempuan, dan orang tua. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak berpaling dari penderitaan kemanusiaan yang tengah terjadi.
Gereja Katolik sendiri terus aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban perang melalui jaringan Caritas dan lembaga amal lainnya. Dukungan ini diberikan dalam bentuk pangan, obat-obatan, hingga tempat perlindungan bagi pengungsi.
Paus Leo XIV menutup pesannya dengan menegaskan kembali pentingnya solidaritas lintas agama, bangsa, dan budaya dalam memperjuangkan perdamaian. Ia menilai, dunia hanya bisa keluar dari lingkaran kekerasan apabila semua pihak bersatu menolak perang dan mengedepankan dialog.
Dengan seruan ini, Vatikan sekali lagi menegaskan posisinya sebagai mediator moral dalam isu-isu global. Harapan besar tertuju pada umat beriman untuk menjadikan doa dan aksi nyata sebagai jalan menuju dunia yang lebih damai.
- Kota Vatikan
- Paus Leo XIV
- perdamaian dunia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Acosta Rebut Juara Sprint Pembuka MotoGP Thailand, Marquez Terkena Penalti
-
2.000 ASN Akan Dilatih Jadi Komcad di Pusdikkes-Kodam Jaya
-
Paus Leo Mengecam Ancaman yang Tidak Dapat Diterima terhadap Penduduk Iran
-
Paus Leo XIV Kecam “Delusi Omnipoten" yang Memicu Perang di Iran
-
Korut akan Pilih Delegasi untuk Majelis Rakyat Tertinggi
-
Paus Leo XIV Serukan Harmoni dan Perdamaian Dunia pada Malam Paskah
-
Bupati Jember Siapkan Skema WFH untuk ASN Dukung Efisiensi Energi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.