Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rishi Sunak Umumkan Wajib Militer di Inggris Jika Partainya Menang

📅 Senin, 27 Mei 2024, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rishi Sunak Umumkan Wajib Militer di Inggris Jika Partainya Menang Doc: ANTARA/Simon Dawson/Handout via Xinhua
Ket. Arsip - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak.

MOSKOW - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengumumkan niatnya memperkenalkan wajib militer, atau pengabdian dalam bentuk lain untuk dilakukan para pemuda, jika Partai Konservatif memenangkan pemilihan umum berikutnya, yang dijadwalkan 4 Juli.

Sunak dalam artikel yang diterbitkan Daily Mail, Minggu (26/5), mengatakan pihaknya akan menciptakan kembali Pengabdian Nasional untuk Inggris saat ini.

Pengabdian tersebut akan memberikan peluang yang mengubah hidup bagi generasi muda, menawarkan mereka kesempatan untuk mempelajari keterampilan dunia nyata, melakukan hal-hal baru dan berkontribusi pada komunitas dan negara.

"Seluruh pemuda berusia 18 tahun akan menjalani Pengabdian Nasional baru ini, apa pun latar belakang mereka, dan di mana pun mereka tinggal di Inggris," ujar Sunak.

Sunak menegaskan kaum muda akan memilih antara dinas militer penuh waktu di angkatan bersenjata Inggris selama satu tahun, dan dinas alternatif dalam bentuk sukarelawan di layanan penyelamatan dan struktur lainnya selama 25 hari.

"Kepada mereka yang mengeluh bahwa mandat ini adalah hal yang tidak beralasan, saya katakan, kewarganegaraan membawa serta kewajiban dan hak. Menjadi orang Inggris adalah lebih dari sekedar antrean yang anda ikuti di pemeriksaan paspor," ujar Sunak.

Ia menegaskan Pengabdian Nasional yang baru bukanlah militerisasi sipil. Sebagian besar dari mereka yang melakukan hal tersebut tidak akan bertugas di militer.

"Hanya mereka yang memilih, dan telah melalui tes masuk yang sulit yang akan melakukan hal itu," ujar Sunak menambahkan.

Pada Januari, Panglima Angkatan Bersenjata Inggris Jenderal Patrick Sanders mendesak warga Inggris untuk siap bertugas di angkatan bersenjata jika terjadi konflik dengan Rusia.

Pada saat yang sama, pemerintah Inggris berjanji tidak akan memberlakukan militerisasi sipil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.