Ayo Memanfaatkan Alam Sebagai Penyedia Obat Terlengkap
📅 Senin, 27 Mei 2024, 06:15 WIB | Oleh: Tim PenulisSelanjutnya pelajari berbagai resep ramuan jamu yang biasanya telah terwariskan secara turun-temurun dan tersedia juga dalam banyak sumber referensi baik manual maupun digital. Saat anda atau anggota keluarga membutuhkannya, jamu sehat mudah dibuat.
Jika tak ingin repot atau memang tidak memiliki waktu untuk meracik jamu sendiri, hingga kini pun penjaja jamu tradisional masih banyak kita jumpai berkeliling kampung atau di kompleks-kompleks perumahan. Bahkan di kota-kota besar apalagi di kota wisata, produk jamu telah naik kelas karena tersedia di kafe, kedai, dan toko swalayan yang dipajang bersama minuman ringan kemasan.
Sinyal tubuh
Sebelum penyakit datang menjangkiti, sejatinya tubuh telah memberi sinyal terlebih dulu mengisyaratkan bahwa dia tidak baik-baik saja. Maka dibutuhkan kepekaan pemilik raga untuk mengenali dan memahami tatkala anggota badan "berbicara" dengan memberi sinyal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berangkatlah dari sinyal yang paling mendasar. Semisal saat perut kosong dan membutuhkan asupan makanan, tubuh akan memberi sinyal lapar. Ketika seseorang berkegiatan hingga banyak mengeluarkan keringat, ia akan merasa kehausan karena tubuh butuh terhidrasi. Setelah seharian bekerja dan tiba waktu malam, akan datang rasa kantuk sebagai pertanda badan perlu diistirahatkan dengan tidur. Dan masih banyak sinyal lain yang perlu dimengerti dan dipenuhi keinginannya agar tubuh tidak meronta.
Jika sinyal-sinyal sederhana itu diabaikan, karena alasan kesibukan masyarakat urban sering terlambat makan, bekerja dalam ruangan berpendingin sehingga jarang minum, dan memaksakan diri bekerja hingga larut malam karena harus mengejar tenggat waktu, maka tinggal menunggu waktu timbulnya aneka penyakit.
Tubuh juga mengaduh ketika ada anggotanya tersakiti. Contoh, ketika seseorang terlalu lama duduk bersila sehingga kaki terlipat dan tertindih, dia akan merasa kesemutan, itu merupakan tanda ada aliran darah yang tersumbat. Di kala kaki atau tangan terbentur benda keras, akan meninggalkan bekas memar. Aktivitas olahraga tanpa pemanasan atau melakukan gerakan salah dapat menimbulkan cedera, dan begitu seterusnya. Tubuh akan selalu memberi "peringatan" ketika ada yang tidak beres, jadi jangan diabaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit itu adalah pesan bahwa tubuhmu perlu perhatian. Tidak ada penyakit berat yang tiba-tiba hinggap kecuali Anda menabung kebiasaan buruk dalam menganiaya tubuh, dengan mengabaikan kebutuhan dan hak-haknya.
Tubuh adalah alam semesta mini yang dititipkan Tuhan untuk dirawat dengan sepenuh cinta. Cintai dirimu terlebih dahulu sebelum mencintai orang-orang di sekitarmu sebagai manifestasi kesyukuran kepada Tuhan yang menciptamu.
Adakalanya seseorang selalu berusaha berbuat baik terhadap orang lain, namun begitu kejam terhadap diri sendiri. Bahkan ada kalimat bijak yang diungkap doktor filsafatUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fahruddin Faiz dalam sebuah siniar: "Kalau perlakuan kita terhadap diri kita, kita perlakukan juga terhadap orang lain, mungkin kita sudah masuk penjara".
Ungkapan itu menggambarkan betapa kerasnya kita pada diri sendiri, selalu mengharuskan diri melakukan tugas dan pekerjaan tak berkesudahan serta tidak memenuhi hak-haknya kecuali hanya sedikit, akhirnya membuatnya jatuh sakit.
Bila telanjur sakit, jangan lagi menjejali tubuh dengan zat asing (obat kimia) yang hanya berfungsi meredakan keluhan sesaatnamun menimbulkan efek buruk dalam jangka lama. Kembalilah ke alam sebagai penyedia obat terlengkapkarena tidak ada satu pun penyakit kecuali alam telah menyediakan obatnya. Lantas, barengi dengan afirmasi positif terhadap tubuh agar ia mampu mengeluarkan kekuatan untuk menyembuhkan diri. Memelihara suasana hati tetap gembira, memiliki kehidupan spiritual dan sosial yang sehat, juga berkontribusi besar pada terjaganya kesehatan tubuh.
Bangsa yang kuat terbangun dari masyarakat yang sehat, bukan dari rakyat yang terpaksa membelanjakan triliunan rupiah untuk membeli obat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!