Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Status Gunung Kelimutu Waspada, Kunjungan Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 08:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Status Gunung Kelimutu Waspada, Kunjungan Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Visual salah satu kawah Danau Kelimutu di Gunung Kelimutu, Ende, NTT yang berubah warna dari hijau menjadi cokelat kehitaman. Status Gunung Kelimutu saat ini Level II (Waspada).

KUPANG - Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu membatasi aktivitas kunjungan wisata ke Danau Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

"Kunjungan tidak ditutup tapi dibatasi, areal kunjungan sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dengan radius aman 250 meter," kata Kepala Balai TN Kelimutu Budi Mulyanto ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (25/5).

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato yang memiliki tiga danau kawah, yakni Kawah 1 (Tiwu Ata Polo), Kawah 2 (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah 3 (Tiwu Ata Bupu).

Ia mengatakan pembatasan dilakukan pada Kawah 1 dan 2 yang tidak boleh didekati oleh pengunjung.

Hal ini merujuk pada pemantauan Badan Geologi secara visual maupun instrumental yang menunjukkan perubahan signifikan, baik warna air danau Kawah 1, maupun kenampakan dan sebaran belerang di permukaan air danau Kawah 2 yang semakin intensif.

Badan Geologi mencatat pengamatan visual mengindikasikan terjadipelarutan batuan di Kawah 1 dan kenaikan fluida magmatik ke permukaan, yang ditunjukkan dari peningkatan suhu air danau Kawah 2.

Selain itu, perluasan sebaran endapan belerang di permukaan air danau Kawah 2 menunjukkan peningkatan aktivitas sistem magmatik-hidrotermal di bawahnya.

Perubahan warna air danau kawah, sebaran belerang yang intensif, didukung peningkatan kegempaan mengindikasikan terjadisuplai magma ke permukaan.

Dengan demikian, katanya, potensi ancaman bahaya Gunung Kelimutu saat ini erupsi freatik dan magmatik yang menghasilkan lontaran material dalam radius 250 meterserta hujan abu yang dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung arah dan kecepatan angin.

Budi menyebut belum ada dampak signifikan yang terlihat dari pembatasan itu pada sektor pariwisata.

Peningkatan status ini dilakukan pada Jumat (24/5),pukul 13.00 Wita sehingga pembatasan mulai dilakukan setelah hal itu.

Namun, ia berharap, para pengunjung dan wisatawan tetap mematuhi aturan yang telah dikeluarkan untuk keselamatan bersama.

"Masyarakat diimbau bijaksana dan berhati-hati dalam berkunjung, patuhi semua imbauan yang sudah diberikan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.