Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Junta Myanmar Tewaskan 359 Warga Sipil di 4 Bulan Pertama 2024

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serangan Junta Myanmar Tewaskan 359 Warga Sipil di 4 Bulan Pertama 2024 Doc: ANTARA/Xinhua/Myo Kyaw Soe
Ket. Ilustrasi - Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar.

ISTANBUL - Serangan udara junta Myanmar telah menewaskan 359 warga sipil, termasuk 61 anak-anak, dan melukai 756 lainnya dalam empat bulan pertama di 2024, menurut sebuah laporan terbaru.

Jumlah korban jiwa akibat serangan udara junta telah meningkat tajam sejak kudeta 2021, jumlah tersebut meningkat dari 63 di 2021 menjadi 260 di 2022 dan 613 di 2023, sebut laporan dariNyan Lit Thit Analytica, yang memantau kekejaman rezim.

Pengeboman dan serangan udara yang dilakukan rezim terjadi setiap hari di seluruh Myanmar mulai Januari hingga April, sebut laporan itu. Tercatat ada 819 serangan udara pada masa itu, dengan rata-rata setidaknya enam serangan perhari.

Wilayah yang menghadapi serangan paling sering adalah Negara Bagian Rakhine sebanyak 187 kali, diikuti Wilayah Sagaing sebanyak 119 kali.

Serangan udara junta menghancurkan 50 rumah ibadah, 38 sekolah, 11 pusat kesehatan dalam empat bulan, lapor kelompok peneliti itu.

Laporan tersebut juga menemukan enam dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim di beberapa wilayah.

Seorang analis militer memperkirakan peningkatan serangan udara akibat pasukan junta kehilangan banyak wilayah. Serangan udara tersebut untuk mencegah pasukan revolusi membangun perdamaian dan stabilitas serta mengganggu kehidupan sipil, katanya.

Sejak kudeta pada Februari 2021, laporan itu mendokumentasikan 2.471 serangan udara hingga 30 April 2024, yang menyebabkan 1.295 kematian.

Sementara itu, upaya internasional masih berjalan untuk menemukan solusi yang bertahan lama dan berkelanjutan terhadap krisis ini.

Sebelumnya pada Jumat, kantor hak asasi manusia PBB memperkirakan 45.000 warga etnis Rohingya dilaporkan mengungsi ke wilayah dekat perbatasan dengan Bangladesh di tengah pertempuran yang sedang berlangsung.

"Kami menerima laporan yang menakutkan dan meresahkan dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar utara mengenai dampak konflik terhadap kehidupan dan harta benda warga sipil. Beberapa tuduhan yang paling serius berkaitan dengan insiden pembunuhan warga sipil Rohingya dan pembakaran harta benda mereka," juru bicara Liz Throssell mengatakan pada konferensi pers PBB di Jenewa.

Mayoritas warga Rohingya yang tinggal di Bangladesh melarikan diri dari tindakan keras militer yang brutal di Rakhine, Myanmar pada 2017. Sebagian besar dari mereka ditempatkan di kamp-kamp yang penuh sesak di Cox's Bazar, tetapi sejak akhir tahun 2020, lebih dari 33.000 orang telah direlokasi ke pulau Bhasan Char.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.