Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dana Abadi Diharapkan Bisa Bantu Atasi Kekurangan Air

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dana Abadi Diharapkan Bisa Bantu Atasi Kekurangan Air Doc: ANTARA/AMPELSA
Ket. BERI MANFAAT I Warga memasok air bersih di Gampong Lamcok, Kecamatan Lhoknga, Aceh, belum lama ini. Skema dana abadi untuk pembiayaan sumber daya air diharapkan bermanfaat bagi keberlangsungan program air bersih.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengusulkan adanya skema dana abadi untuk pembiayaan proyek sumber daya air. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, mengatakan dalam Centre of Excellence (CoE) saat World Water Forum ke-10 tahun 2024, pemerintah Indonesia mengusulkan endowment fund untuk water resource project.

"Jadi, dana abadi agar kebutuhan biaya pemeliharaan infrastruktur sumber daya air dan juga untuk menjaga konservasi di hulu bisa terjaga dengan baik karena semuanya tentu membutuhkan biaya," kata Herry, di Badung, Bali, Rabu (22/5).

Dana abadi air itu akan diinvestasikan dan hasilnya digunakan untuk pemeliharaan aset infrastruktur air. Skema itu sudah diterapkan pada dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan tabungan perumahan rakyat (Tapera).

"Dana yang diperoleh harus diinvestasikan dulu. Nanti, dari hasil investasinya ada yang digunakan (membangun) aset infrastruktur. Harus ada yang diinvestasikan. Mekanismenya sama seperti yang dilakukan di LPDP, di Tapera. Dana operasionalnya juga dilakukan dengan cara serupa," katanya.

Guru Besar Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Heru Hendrayana, yang diminta pendapatnya mengatakan usulan Center of Excellence yang digagas pemerintah di Bali itu merupakan terobosan yang konkret dan menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan tema WWF.

"Usulan Center of Excellence ini adalah suatu terobosan pemerintah yang sifatnya sangat konkret." Katanya.

Program tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dunia, karena itu dananya sudah ada. Heru juga mengatakan bahwa program-program yang ditawarkan dalam Center of Excellence ini dibagi dalam beberapa bidang sehingga memberikan dampak yang luas dan nyata.

Heru juga menegaskan bahwa Center of Excellence ini akan mengoordinasikan berbagai kegiatan dan grup di beberapa bidang untuk bekerja sama dan menerapkan hasil-hasil yang telah dicapai.

"Center of Excellence ini akan mengoordinasikan semua kegiatan dan grup di berbagai bidang, sehingga bisa bekerja sama untuk menerapkan hasil yang telah dicapai menjadi kegiatan komprehensif dan berhasil nyata," paparnya.

Manfaatnya Besar

Sementara itu, peneliti Celios, Nailul Huda, mengatakan skema dana abadi merupakan salah satu skema untuk antisipasi masalah perairan ke depan, seperti kekurangan air bersih ataupun masalah air lainnya.

"Manfaatnya sangat besar untuk keberlangsungan program air bersih ini, terlebih air bersih juga diperlukan bukan hanya untuk sanitasi, namun juga untuk industri," kata Huda.

Bahkan, jika dikelola dengan baik, dana abadi untuk masalah air bisa digunakan untuk mendorong perekonomian melalui sektor pariwisata dan sebagainya. "Tinggal memastikan sumber dana abadi berasal dari mana saja. Pemerintah dan sektor swasta saya rasa perlu ikut urun dalam pembentukan dana abadi ini, bahkan organisasi besar dunia juga, terutama untuk negara yang membutuhkan air bersih," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.