Kepala BMKG: World Water Forum Bangun Kerja Sama Center of Excellence Asia Pasifik

Rabu, 22 Mei 2024, 11:39 WIB

BALI - World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali membangun kerja sama Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan di kawasan Asia Pasifik dalam merespons persoalan air yang dipengaruhi perubahan iklim.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati usai menghadiri panel diskusi terkait CoE di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) menyebut kehadiran aliansi itu akan membangun kolaborasi lintas negara dalam merespons penguatan mitigasi bencana.

"WWF sudah 30 tahun berjalan dan krisis air dunia sudah puluhan tahun, bahkan sudah 100 tahun. Tapi nyatanya kita selalu gagap menghadapi itu, meski banyak penelitian dan teknologi," katanya.

Ia mengatakan setiap negara sebenarnya sudah memiliki CoE masing-masing, misalnya Indonesia dengan CoE Weather and Climate yang dibentuk sejak 13 tahun lalu untuk melatih kepakaran SDM dengan dukungan organisasi meteorologi dunia.

"Sudah lebih dari 13 tahun juga sudah ada Sabo Center, dimana teknologi Sabo diperkenalkan kepada pakar-pakar muda di bidang terkait di Asia Pasifik dan Afrika," katanya.

Sabo berasal dari dua kata Jepang yaitu Sa yang berarti pasir dan Bo yang berarti pengendalian. Teknologi Sabo adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengantisipasi aliran debris dan pengendalian sedimen dalam suatu bentang alam, khususnya sungai pada gunung.

"Selain itu di BNPB juga ada center yang mendidik pelatihan para young future leaders dan future expert di bidang kebencanaan dari internasional," katanya.

Dikatakan Dwikorita, CoE itu hanya sebagian dari yang kini tersedia di berbagai lembaga di Indonesia, tapi semuanya masih bekerja sendiri-sendiri.

"Kita pikir kenapa demikian, barangkali sudah banyak yang dikerjakan oleh banyak sektor, tapi bergerak sendiri-sendiri, bahkan duplikasi, jadi boros energi dan pendanaan," katanya.

CoE yang dibahas melalui WWF kali ini, kata dia, diarahkan pada praktik kolaborasi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga lintas negara di Asia Pasifik.

"Saat ini baru regional Asia Pasifik, tapi kami juga dorong regional yang lain pun membangun, misalnya di Afrika sudah mulai merintis. Kami yakin di Eropa, Amerika juga banyakcenter, tapi aliansinya ini yang harus dibangun per regional, tidak langsung global," katanya.

Alasannya, kata Dwikorita, setiap regional memiliki karakteristik persoalan bencana yang berbeda-beda. "Tidak bisa dipaksakan solusi tunggal untuk seluruh dunia, itu terlalu menyederhanakan," katanya.

Hal lain yang juga turut dibahas dalam diskusi panel itu, berkaitan dengan iklim dan upaya mempersiapkan kemampuan mitigasi bencana dalam menjaga kepercayaan dan kualitas dari kinerja CoE.

"Itu tidak hanya didukung SDM dan skill, tapi juga pendanaan. Itu akan di bicarakan," kata Dwikorita.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.